REQNews.com

Buntut Kesepakatan Tarif Impor dengan Trump, Bahlil Lahadalia Siapkan Tambang Berisi 47 Jenis Komoditas untuk AS

The Other Side

Selasa, 12 Agustus 2025 - 18:30

Bahlil LahadaliaBahlil Lahadalia

JAKARTA, REQnews - Imbas dari kesepakatan tarif impor dengan pemerintahan Donald Trump, Indonesia kabarnya kini bakal menyiapkan tambang berisi 47 jenis komoditas untuk dikeruk Amerika Serikat (AS).

Diungkap Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, tambang tersebut akan berisi mineral kritis. Hal ini disampaikan Bahlil usai melakukan pertemuan terkait negosiasi tarif impor AS-Indonesia.

Kabar ini pun diunggah oleh akun Instagram @inijawatimur hingga menyita perhatian warganet. Dalam unggahan akun itu, dijelaskan bahwa Bahlil tengah mempersiapkan tambang mineral kritis untuk Amerika Serikat.

"Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan siap menyediakan tambang mineral kritis bagi Amerika Serikat (AS) jika negara tersebut membawa investor ke Indonesia," ungkapnya, dikutip Selasa, 12 Agustus 2025.

Mineral kritis tersebut nantinya akan berisi 47 jenis komoditas yang sudah diatur berdasarkan Keputusan Menteri ESDM No.296.K/MB.01/MEM.B/2023.

Berikut 47 jenis komoditas tambang yang dimaksud:

1. Alumunium (dari bauksit)
2. Antimoni
3. Barium (dari Barit)
4. Berilium
5. Besi (dari bijih besi, pasir besi)
6. Bismut
7. Boron
8. Kadmium
9. Feldspar
10 Fluorspar
11. Fosfor (dari fosfat)
12. Galena
13. Galium
14. Germanium
15. Grafit
16. Hafnium
17. Indium
18. Kalium
19. Kalsium
20. Kobal
21. Kromium (dari kromit)
22. Litium
23. Logam tanah jarang
24. Magnesium
25. Mangan
26. Merkuri (dari Sinabar)
27. Molibdenum
28. Nikel
29. Niobium
30. Palladium
31. Platinum (dari Patina)
32. Runthenium
33. Selenium
34. Seng
35. Silika (dari Pasir Kuarsa, Kuarsit, Kristal Kuarsa)
36. Sulfur (dari Belerang)
37. Skandium
38. Stronsium
39. Tantaium
40. Telurium
41. Tembaga
42. Timah
43. Titanium
44. Torium
45. Wolfram
46. Vanadium, dan
47. Zirkonum (dari Zikron).

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.