Viral ODGJ di Bandung Barat Tewas Diduga Dianiaya di Yayasan Rehabilitasi, Foto Kondisi Memilukan Korban Beredar
JAKARTA, REQnews - Sedang viral di jagat maya, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Bandung Barat tewas diduga dianiaya di sebuah yayasan rehabilitasi tempatnya menjalani perawatan.
Kasus ini diungkap oleh akun Instagram @infobdgbaratcimahi. Dalam unggahan tersebut, dijelaskan bahwa sosok ODGJ itu berasal dari Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat.
Korban berinisial MI awalnya masuk ke sebuah yayasan rehabilitasi bernama Rumah Solusi Himathera Pangandaran untuk menjalani perawatan. Keluarga mengaku, telah membayarkan uang Rp 1,5 juta setiap bulan ke pihak yayasan untuk merawat MI.
"Untuk biaya perbulan 1,5 juta sampai akhirnya pihak keluarga meminta bantuan kepada pihak desa untuk mengantarkan saudara saya ke yayasan tersebut," ungkap anggota keluarga MI, Aam Abdussalam, dikutip Rabu, 10 September 2025.
MI lantas mulai menjalani perawatan dengan syarat dilarang dijenguk oleh keluarga selama 1 bulan. Namun, usai masuk yayasan, MI justru tiba-tiba dikabarkan meninggal dunia.
"Tapi pada saat sampai disana, pihak yayasan berubah argumennya, bahwa saudara saya tidak keburu di bawa ke rumah sakit. Ketika disana saudara saya sudah dikafani dan di sholati katanya jadi meminta penggantian biaya kain kafan," jelasnya.
Keluarga lantas menduga adanya tindak penganiayaan di balik kematian MI. Pasalnya, kondisi fisik MI terlihat begitu memprihatinkan.
"Photo waktu di yayasan terlihat badan kurus, muka berubah seperti tertekan, telinga seperti sering dipukulin, saya melihat photo ini pas sudah tiada," tulis dalam unggahan tersebut.
Kasus ini pun ramai dikomentari warganet di jagat maya.
"Saya bantu damping bila butuh pengacara info kang," komentar akun @joshua_banjarnahor_.
"Alhamdulillah kasus ini sudah difollow up sama Sekda Jabar mau nelepon Bupati Pangandaran bersama jajaran Kepolisian saya langsung koordinasi bersama Pak Sekda, daonya ke semuanya semoga lancar hatur nuhun," kata akun @berlamualim.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.