REQNews.com

Tertibkan Anjing Liar dengan Diracun! ADI Minta Kadistan Kota Mataram Dicopot Jabatannya

Wawancara

Jumat, 02 Desember 2022 - 13:40

Ilustrasi anjing (Foto: Istimewa)Ilustrasi anjing (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQnews - Tindakan Dinas Pertanian (Distan) Kota Mataram menertibkan anjing-anjing liar yang banyak berkeliaran di jalan dengan cara memberikan racun mendapatkan kecaman publik.

Ketua Animal Defender Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona pun meminta agar Kepala Distan Kota Mataram, Dedy Supriadi yang memberikan pernyataan kontroversial dicopot jabatannya. 

“Copot Kadistan Kota Mataram karena inkompeten menangani bidangnya,” kata Doni kepada wartawan, Jumat 2 Desember 2022.

Ia mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Kadistan Kota Mataram itu telah melawan Peraturan Pemerintah No 95 Tahun 2012 tentang Masyarakat Veteriner dan Kesejahteraan Hewan.

Pada Pasal 86 PP tersebut, kata dia, terdapat aturan mengenai penerapan prinsip kebebasan hewan pada penangkapan dan penanganan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 83 ayat (3) huruf a.

Yaitu paling sedikit menggunakan cara-cara serta sarana dan peralatan yang tidak menyakiti, tidak melukai, dan/atau tidak mengakibatkan stress.

“Bagaimana bisa, pelaksana amanat dan pemangku kewenangan terkait, mengambil jalan pintas dengan meracun, yang jelas-jelas bertentangan dengan peraturan yang ada," kata dia.

Tak hanya itu, pihaknya pun mempertanyakan pejabat daerah dalam melaksanakan tugasnya dengan melawan aturan.

Terkait itu, Doni pun memina kepada Pemerintah Provinsi NTB khususnya wali kota Mataram harus mengevaluasi kinerja perangkatnya, terlebih Distan Kota Mataram. Ia mengatakan bahwa tidak bisa seorang pelayan masyarakat melaksanakan tugas dengan melawan aturan.

“Terlebih lagi, mengucapkan kata-kata tidak mencerminkan kemampuan solutif dan terkesan defensif, serta seperti tidak mengenal cara yang lebih humanis dalam mengatasi permasalahan di lapangan, di mana masyarakat memprotes penanganan anjing liar dengan cara keji yaitu peracunan  dengan mengucapkan ‘kalau keberatan juga harus ada solusi yang diberikan’,” lanjutnya.

Bukannya mngundang pihak-pihak yang berseberangan dengan tindakan yang dilakukan, kata dia, Distan Kota Mataram justru membuat pernyataan yang mencerminkan tingkat frustasi atas kemampuan problem solving pejabat terkait.

“Bangun shelter, tangkap steril dan amankan. Jika shelter sudah tidak mampu menampung lagi, bisa dilepas liarkan asal sudah vaksin dan steril serta diberikan tanda berupa eartip ataupun microchip. Pemerintah gak mampu? Undang masyarakat dan swasta kolaborasi. Jangan malah defensif dan angkuh,” kata Doni.

Bahkan, lanjutnya, Lombok bisa mempunyai objek wisata tambahan berupa taman wisata pemeliharaan anjing liar yang sebelumnya tak terkontrol. “Ini hanya masalah mau dan siap melihat lebih jauh dari sekedar kepentingan jangka pendek semata,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Kadistan Kota Mataram Dedy Supriadi mengatakan bahwa hasil dari pantauan pihaknya anjing liar masih banyak ditemukan di Kota Mataram. Kondisi ini disebut mengganggu kenyamanan para pengunjung terlebih dengan kotorannya yang ada di mana-mana. 

“Masalah anjing liar ini, di mana-mana banyak anjing liar di jalan-jalan. Kemarin kita ke Denpasar, tidak ada anjing di jalan. Sehingga kemarin kita langsung bergerak melakukan operasi tadi malam,” kata Dedy pada Selasa 29 November 2022.

Ia pun mengaku jika penertiban tersebut sebelumnya dilakukan dengan menggunakan racun, tetapi cara tersebut mendapatkan penolakan dari masyarakat dan pencinta hewan. “Yang dipelihara dijaga, yang liar dikandangin,” katanya.

Dedy mengatakan jika terdapat pencinta anjing yang keberatan dengan tindakan pemerintah daerah, harus ada solusi yang diberikan terkait dengan adanya anjing liar. “Kalau keberatan juga harus ada solusi yang diberikan,” tambah Dedy.

Menurutnya, penertiban dilakukan untuk kenyamanan pengguna jalan, serta menjaga kebersihan Kota Mataram dari kotoran anjing serta mengantisipasi penularan penyakit rabies. “Ini tadi untuk kenyamanan pengguna jalan, kotorannya juga ini banyak,” ujarnya.

Redaktur : Hastina

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.