REQNews.com

Kerusuhan Melanda Beberapa Kota di Inggris, KBRI London Minta WNI Waspada

News

Monday, 05 August 2024 - 01:03

Kerusuhan terjadi di beberapa kota di Inggris (Foto: Justin TALLIS/AFP)Kerusuhan terjadi di beberapa kota di Inggris (Foto: Justin TALLIS/AFP)

LONDON, REQNews - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memberi peringatan kepada seluruh WNI yang berada di sekitar lokasi kerusuhan di Inggris untuk lebih waspada.

Diketahui, kerusuhan besar melanda beberapa kota di Inggris pada Sabtu 3 Agustus 2024. Kerusuhan ini terjadi setelah informasi palsu menyebar terkait terungkapnya sosok tersangka penikaman massal yang menewaskan 3 anak di kelas tari di Southport pada Senin 29 Juli 2024.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) London memberi peringatan kepada seluruh WNI yang berada di sekitar lokasi.

Mengutip dari Instagram @indonesiainlondon, WNI diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan khususnya jika harus bepergian atau beraktifitas di luar rumah.

KBRI juga meminta WNI untuk mengikuti petunjuk dan arahan otoritas setempat, serta terus memantau komunikasi di media sosial KBRI London dan komunitas WNI setempat.

WNI juga diminta menghindari kerumunan massa dan tempat-tempat yang berpotensi sebagai tempat pengumpulan massa atau kelompok demonstran.

Atas informasi palsu yang tersebar di media sosial, ratusan pengunjuk rasa anti-imigrasi meletus mengkibatkan beberapa anggota polisi terluka dan merusak fasilitas publik.

Awalnya, setelah informasi palsu tersebut menyebar, polisi mencoba menjelaskan kepada para pengunjuk rasa siapa sosok tersangka tersebut.

Polisi mengatakan tersangka adalah Axel Rudakubana, 17 tahun yang lahir di Inggris.

Namun penjelasan kepolisian tidak dipedulikan oleh para demonstran, sehingga timbullah kekerasan, pembakaran hingga penjarahan di Inggris.

Kerusuhan kemudian menyebar di 4 kota yang terletak di berbagai penjuru Inggris yaitu Liverpool, Bristol, Hull dan Belfast.

Pertikaian antar demonstran dan lemparan batu bata, botol saat pengunjuk rasa anti-imigrasi menghadapi kelompok yang menentang rasisme, dikutip dari Reuters.

Banyak petugas polisi menderita luka-luka saat mereka mencoba mencegah bentrokan antara ratusan pengunjuk rasa.

Dua petugas polisi yang berada di Liverpool harus dilarikan ke rumah sakit karena dugaan patah tulang pada wajah.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.