REQNews.com

Ini Respons Kemlu, Terkait Keinginan Donald Trump Relokasi Warga Gaza ke Indonesia

News

Monday, 20 January 2025 - 15:31

Anak-anak di Gaza Berlomba-lomba Menghafal Alquran di Pengungsian. (Foto: Instagram)Anak-anak di Gaza Berlomba-lomba Menghafal Alquran di Pengungsian. (Foto: Instagram)

JAKARTA, REQNews  – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump berencana merelokasi sejumlah orang dari 2 juta warga Palestina di Gaza ke Indonesia.

Mengenai hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) juga telah merespons kabar itu.

Kemlu menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima informasi mengenai rencana relokasi tersebut.

"Pemerintah RI tidak pernah mendapatkan informasi apapun mengenai hal ini," ujar Jubir Kemlu Rolliansyah Soemirat kepada wartawan, Senin 20 Januari 2025.

Sebelumnya terkait relokasi warga Gaza tersebut disampaikan oleh salah satu tim transisi Trump dalam wawancara dengan NBC News.

Awalnya, pejabat tim transisi itu mengungkapkan utusan Trump untuk Timur Tengah Steve Witkoff berencana untuk berkunjung ke jalur Gaza sebagai bagian dari upayanya menjaga kesepakatan gencatan senjata antara Israel-Hamas.

Witkoff juga dilaporkan berencana selalu hadir di wilayah tersebut selama beberapa minggu dan bulan mendatang untuk memecahkan masalah yang terjadi di lapangan. Sebab, pihak Trump yakin ada sejumlah pihak berencana membatalkan perjanjian dan menghentikan pembebasan sandera.

Laporan NBC mengatakan pejabat tim transisi itu mengatakan pihaknya sedang berdiskusi untuk merelokasi 2 juta warga Palestina untuk sementara waktu ke sejumlah negara salah satunya Indonesia.

"Pertanyaan mengenai bagaimana membangun kembali Gaza masih menjadi pertanyaan, serta di mana sekitar 2 juta warga Palestina dapat direlokasi untuk sementara waktu. Indonesia, misalnya, merupakan salah satu negara yang sedang didiskusikan untuk mengetahui lokasi tujuan dari negara-negara tersebut," kata pejabat transisi tersebut, dikutip dari NBC News, Senin 20 Januari 2025.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.