Donald Trump Pertimbangkan Opsi Militer ke Iran di Tengah Gejolak Demonstrasi
WASHINGTON, REQNews - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan tengah menimbang kemungkinan langkah militer terhadap Iran, menyusul gelombang demonstrasi besar yang menelan banyak korban jiwa di negara tersebut. Informasi ini terungkap setelah Trump menerima pengarahan khusus dari jajaran pejabat keamanan nasional AS.
Laporan The New York Times (NYT), yang mengutip sejumlah sumber pejabat Amerika, menyebutkan bahwa Trump telah mendapatkan paparan berbagai skenario serangan. Meski belum ada keputusan akhir, opsi penggunaan kekuatan militer disebut sedang dipertimbangkan secara serius oleh Gedung Putih.
Sumber-sumber tersebut mengungkapkan bahwa rencana yang diajukan tidak terbatas pada sasaran militer konvensional. Salah satu opsi mencakup serangan terhadap target non-militer di Teheran, termasuk unit pasukan keamanan Iran yang terlibat langsung dalam penanganan demonstrasi.
Namun, para pejabat AS juga mengakui risiko besar dari langkah tersebut. Serangan terhadap Iran dinilai berpotensi memicu aksi balasan yang luas dan berbahaya, terutama terhadap personel militer maupun pejabat Amerika Serikat yang bertugas di kawasan Timur Tengah.
Menurut pejabat senior AS, apabila Trump memberikan persetujuan, Komando Pusat Amerika Serikat (Centcom) tidak akan langsung melancarkan serangan. Diperlukan waktu tambahan untuk mempersiapkan langkah-langkah pertahanan, mengantisipasi kemungkinan respons militer Iran yang bisa terjadi dalam skala besar.
Saat dimintai konfirmasi oleh NYT, pihak Gedung Putih tidak memberikan penjelasan rinci dan hanya merujuk pada pernyataan Trump sebelumnya. Dalam pernyataan publiknya, Trump telah memperingatkan otoritas Iran agar tidak menambah jumlah korban di kalangan demonstran.
Pada Sabtu (10/1/2026), Trump bahkan menyatakan bahwa Washington siap untuk “membantu” Iran, meski pernyataan tersebut tidak menjelaskan secara spesifik bentuk bantuan yang dimaksud.
Jika opsi serangan benar-benar dijalankan, maka itu akan menjadi serangan kedua Amerika Serikat terhadap Iran dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Sebelumnya, pada 22 Juni, militer AS melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran menggunakan pesawat pengebom.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.