Jejak Kekejaman El Chapo, Raja Narkoba yang Kini Ratapi Nasib Tak Tahan Disiksa di Penjara AS
JAKARTA, REQnews - Gembong narkoba Joaquin Guzman alias El Chapo kembali mencuri perhatian publik dunia setelah lama tak terdengar kabar lantaran dirinya tengah dibui di penjara AS.
El Chapo dilaporkan mengirim pesan SOS kepada Presiden Meksiko Andres Manuel Lopez Obrador berisi curhatan dirinya tak tahan dengan siksaan mental di penjara Amerika Serikat.
Pengacara El Chapo, Jose Refugio Rodriguez, mengatakan pendiri kartel Sinaloa itu tak pernah terpapar sinar matahari setelah ditahan selama enam tahun di penjara AS.
Rodriguez menjelaskan, El Chapo hanya diizinkan keluar tiga kali seminggu ke daerah kecil di mana dia "tidak terkena matahari".
Kunjungan maupun telepon untuk El Chapo juga disebut lebih sedikit dibandingkan narapidana lain.
Sebelumnya diketahui, El Chapo dijatuhi hukuman seumur hidup di Amerika Serikat setelah dinyatakan bersalah atas dakwaan perdagangan narkoba, pencucian uang, hingga pelanggaran terkait senjata. Vonis hukuman dijatuhkan pada 2019 silam.
Jejak Kekejaman El Chapo dan Sindikatnya
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 kekejaman dan kebengisan El Chapo dan sindikatnya yang bikin meringis ngeri!
1. Mutilasi
Salah satu metode pembunuhan yang sering digunakan kartel Sinaloa pimpinan El Chapo adalah memutilasi korbannya. Potongan-potongan tubuh kerap ditemukan di jalanan kota-kota di Meksiko, cara ini digunakan untuk mengintimidasi masyarakat dan rival mereka.
"Kartel menyukai mutilasi. Mereka memotong kepala, membuang potongan-potongan tubuh ke jalanan atau ke sebuah pesta untuk mengintimidasi dan mengancam," kata Derek Maltz, mantan agen di Badan Pemberantasan Narkoba AS (DEA), kepada Fox News, Desember 2018.
2. Direndam Cairan Asam
Setelah dimutilasi, kartel Sinaloa memusnahkan potongan tubuh korban dengan merendamnya di cairan asam. Orang yang melakukannya adalah Santiago Meza Lopez alias Si Perebus Daging.
Lopez yang ditangkap pada 2009 mengaku bekerja untuk El Chapo sejak 1966. Tugasnya adalah melarutkan daging korban dengan cairan asam di dalam drum. Setelah larut, cairan itu dibuang ke selokan. Lalu tulang belulangnya dikubur di pekuburan massal.
Di lokasi pemusnahan tubuh kota Tijuana, polisi menemukan ribuan tulang belulang. Diperkirakan tulang itu milik sekitar 650 orang.
3. Disuntik Adrenalin
Kartel Sinaloa kerap menyiksa korbannya untuk mengintimidasi atau mengaku. Menurut Fruth, siksaan ini membuat korbannya itu terbunuh pelan-pelan dan menyakitkan.
Salah satu cara yang digunakan Sinaloa, kata Fruth, adalah menyuntikkan adrenalin dan cairan lainnya yang mempengaruhi sistem syaraf korban.
"Suntikan ini membuat mereka tetap sadar untuk meningkatkan respons rasa sakit selama penyiksaan yang lama dan perlahan," kata Fruth.
Taktik ini, lanjut dia, digunakan juga oleh Sinaloa kepada wanita dan anak-anak anggota keluarga rival atau informan polisi. "Kartel ini punya sejarah memperkosa anggota keluarga target mereka," kata Fruth lagi.
4. Dibunuh dengan Dibakar
Cara pembunuhan sadis Sinaloa lainnya adalah dibakar. Bahkan, El Chapo sendiri yang melakukan pembakaran ini.
Hal ini disampaikan Isaias “Memin” Valdez Rios, tangan kanan El Chapo, yang jadi saksi di pengadilan bulan lalu, dikutip dari The Associated Press. Dia melihat sendiri El Chapo memukuli dua pria hingga "tulang-tulang di tubuh mereka hancur".
Setelah itu, dia menyeret mereka dengan mobil ke arah api unggun besar. Di tempat itu, El Chapo menembak kepala keduanya dengan senapan. Lalu dia memerintahkan anak buahnya untuk membakar mereka hingga tulang-tulangnya tidak bersisa. Anak buah El Chapo membakar kedua mayat itu hingga pagi.
5. Menguliti Korban
Pembunuhan sadis lainnya yang dilakukan El Chapo terjadi pada 2010. Ketika itu, El Chapo terekam video memenggal kepala korbannya, Hugo Hernandez, dengan gergaji, seperti diberitakan The Telegraph.
Setelah itu, El Chapo menguliti kulit wajah Hernandez dan menjahitnya ke sebuah bola. Bola serta tujuh bagian tubuh Hernandez dibuang ke jalanan kota Los Mozhis, termasuk kepala tanpa kulit wajah, di dalam beberapa plastik.
Di bola itu tertulis pesan "Selamat Tahun Baru, karena ini adalah tahun terakhirmu". Diduga ini adalah ancaman bagi kartel saingan mereka, Juarez.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
