Bebas Penjara Tahun 2023 Ini! Kilas Balik Kejahatan Sadis Takeuchi Emi, Gadis Kalem yang Mutilasi Adiknya karena Langgar 3 Aturan
JAKARTA, REQnews - Kasus pembunuhan dan mutilasi yang dilakukan seorang gadis cantik bernama Takeuchi Emi (25 tahun) pernah menggegerkan publik Jepang pada 2016 silam.
Takeuchi Emi dinyatakan bertanggung jawab atas kematian adik laki-lakinya bernama Takeuchi Ryo (21 tahun).
Berawal dari Takeuchi Ryo yang tiba-tiba menghilang tak ada kabar selama 2 minggu. Biasa aktif di media sosial, Ryo tak kunjung mengunggah apapun di akun Twitter-nya hingga membuat teman-temannya khawatir.
Teman-teman Ryo yang curiga akhirnya meminta bantuan polisi untuk memastikan keberadaan Ryo di rumahnya. Usai melalui proses yang cukup panjang, polisi kemudian menggeledah rumah keluarga Takeuchi yang selama ini dihuni Ryo dan Emi.
Kaget bukan main, saat masuk ke rumah tersebut polisi merasakan bau busuk yang menyengat. Mereka juga mendapati kondisi yang mengerikan.
Polisi menemukan potongan kulit manusia yang dimasukkan ke dalam kantong sampah. Mereka juga mendapati toilet tersumbat yang dipenuhi dengan darah segar.
Lebih mengejutkan lagi, di dalam kulkas mereka menemukan tulang manusia yang sudah dikelupas kulitnya sebagian. Ada juga tengkorak manusia di dalam freezer.
Temuan mengerikan itu, membuat Takeuchi Emi akhirnya ditangkap oleh pihak berwajib Jepang. Polisi menangkap gadis muda itu atas dugaan penelantaran mayat dan perusakan mayat.
Ketika itu, polisi belum mengetahui kejadian sebenarnya mengapa Emi melakukan mutilasi pada adik laki-lakinya.
Sebelum dianggap pelaku pembunuhan, Emi kemudian ditangkap pada 12 September 2016 karena hal-hal tak manusiawi di dalam rumahnya. Setelah ditangkap, dia menceritakan kronologi sebenarnya di balik pemutilasian sang adik. Termasuk pengalaman hidupnya yang cukup susah.
Kepada polisi, Emi bercerita tentang hidupnya yang susah dan harus menjadi tulang punggung bagi adik-adiknya termasuk Ryo, usai ditinggal kedua orangtuanya.
Pada tahun 2014, sang ayah meninggal dunia karena penyakit jantung. Tidak lama kemudian, anak keduanya memutuskan untuk meninggalkan rumah, menyisakan Takeuchi Emi dan adik laki-lakinya Takeuchi Ryo. Mereka pun membuat tiga aturan karena hanya tinggal berdua saja.
Aturan pertama, biaya hidup dibagi menjadi dua. Ryo yang sudah menginjak usia 20 tahun dan harusnya sudah mulai bekerja menghasilkan uang sendiri. Tetapi Ryo tetap mengandalkan kakaknya dan tak pernah membantu biaya hidup sepeserpun.
Aturan kedua, tidak boleh memasuki kamar satu sama lain tanpa izin. Tetapi Ryo melanggar aturan itu, ketika Emi tak di rumah, dia masuk ke kamar kakaknya lalu mengambil foto dengan latar kamar kakaknya dan mengunggahnya ke akun Twitter-nya.
Aturan ketiga, tidak boleh seenaknya mengundang orang ke rumah. Tetapi aturan ini juga dilanggar Ryo dan mengundang teman-temannya yang menyukai Otoge (musik game) untuk bermain di rumah dan membuat keributan. Ryo bahkan memakai kamar bekas adiknya untuk membuat kamar khusus game.
Hingga suatu hari, tepatnya 31 Agustus 2016, Emi bertengkar hebat dengan Ryo soal warisan ayahnya dan biaya hidup. Menurut pengakuan Emi, kala itu Ryo yang naik pitam menendang dirinya sembari memegang pisau.
Emi yang tak terima lantas mengambil pisau lain yang ada di dekatnya untuk melindungi diri. Emi pun mengakui bahwa dia menusukkan pisau ke paha Ryo saat sang adik menendangnya.
Setelah menusuk paha adiknya, Emi kemudian keluar rumah menuju halaman (seperti menyesal) dan kembali ke dalam rumah. Tak terduga, Ryo sudah meninggal karena kehabisan banyak darah, tetapi hanya mereka berdua di rumah itu.
Cerita ini hanya berdasarkan kesaksikan Emi, tidak ada yang tahu bagaimana kejadian sebenarnya. Setelah itu, Emi melakukan mutilasi terhadap mayat adiknya, memasukkan beberapa potongan tubuhnya ke dalam freezer.
"Aku memanggilnya tetapi dia tidak menjawab, aku pikir dia sudah meninggal, Setelah itu aku tidak ingat apapun, saat menyadari aku sedang bekerja part-time berdiri di meja kasir," pengakuan Emi setelah dirinya ditangkap.
Emi memotong-motong bagian tubuh adiknya menggunakan gergaji, lalu mengelupas dagingnya menggunakan pisau. Kemudian memecah tulang-tulangnya menjadi bagian kecil memakai palu.
Setelah itu, kulit dan tulang Ryo dimasukkan ke dalam kantong plastik lalu dimasukkan ke dalam kulkas dan bagian yang tidak muat ditaruh di ruang tamu. Jantung adiknya dibuang ke dalam toilet dan beberapa potongan tubuh sang adik dibuang ke tempat sampah.
Walau mengeluarkan bau busuk, Emi tetap tinggal di rumahnya dengan daging-daging adiknya selama dua minggu. Terhitung dari 31 Agustus hingga 12 September 2016. Selama itu, dia pun tetap melakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa dan menggunakan kartu kredit adiknya untuk berbelanja.
Atas kejahatan sadisnya, Emi ditangkap dan dijatuhi hukuman 7 tahun penjara terhitung sejak 2016. Dengan demikian, pada tahun 2023 ini, Emi diprediksi akan bebas dari penjara.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
