REQNews.com

Mencengangkan! Begini Isi Surat 'Ramalan' Albert Einstein Tentang Israel

Memoar

Tuesday, 21 November 2023 - 04:00

Albert EinsteinAlbert Einstein

JAKARTA, REQnews - Alberts Einstein, sosok super cerdas yang juga tokoh fisika terkenal di dunia ternyata pernah memberikan kritik keras perihal pendirian negara Israel di tanah Palestina pada Mei 1948.

Einstein rupanya telah lebih dulu memprediksi soal "bibit-bibit bahaya" zionis. Dia bersikap kritis atas pendirian negara Yahudi sebelum Israel berdiri disokong pengaruh besar dari David ben-Gurion pada 10 April 1948.

Einstein melayangkan kritik kerasnya melalui sebuah surat yang ditulis untuk Shepard Rifkin selaku Executive Director American Friends of the Fighters for the Freedom of Israel.

Dalam suratnya, Einstein menilai bahwa pendirian negara Israel akan membawa bencana nyata bagi kemerdekaan Palestina. Selain itu, ia juga menegaskan ada dua pihak yang harus bertanggungjawab terkait permasalahan Palestina dan Israel.

"Ketika bencana nyata dan terakhir menimpa kita di Palestina, yang pertama bertanggung jawab atas hal itu adalah Inggris dan yang kedua bertanggung jawab untuk itu, organisasi teroris yang dibangun dari barisan kita sendiri," tulis Einstein, dikutip Senin, 20 November 2023.

Einstein juga menyiratkan dirinya tak mau berhubungan dengan pihak-pihak yang berniat mengambil keuntungan semata terkait pendirian Israel. Albert Einstein bersama 29 tokoh ternama AS lainnya kemudian menulis surat terbuka kepada media The New York Times.

Surat itu kemudian terbit di New York Times edisi 4 Desember 1948 dengan judul 'New Palestine Party: Visit of Menachem Begin and Aims of Political Movement Discussed.

Hal yang menjadi topik utama pembahasan dalam surat tersebut adalah terkait pendirian Partai Harerut di Israel dan kunjungan PM Israel Mencahem Begin ke AS. Einstein dan ilmuwan lainnya menyebut partai tersebut mirip dengan partai Nazi. Tak hanya itu, partai Harerut juga secara spesifik disebut sebagai "partai teroris".

"Partai Kebebasan di negara Israel yang baru dibentuk, sebuah partai politik yang organisasi, metode, filosofi politiknya, dan daya tarik sosialnya sangat mirip dengan Nazi dan partai fasis," demikian isi surat tersebut.

Kunjungan Begin ke AS dianggap memberi kesan dukungan AS terhadap partai tersebut yang akan semakin mempererat hubungan AS-Israel. Hal tersebut tak pelak akan mempengaruhi dan mengganggu eksistensi serta kemerdekaan Palestina.

"Oleh karena itu, yang bertanda tangan di bawah ini (Einstein dkk), menggunakan cara ini untuk menyajikan secara terbuka beberapa fakta penting mengenai Begin dan partainya, dan mendesak semua pihak untuk tidak mendukung manifestasi fasisme terbaru ini," tutup surat itu.

Jurnalis bernama Yvonne Ridley kemudian meneliti surat Einstein tersebut dan menyimpulkan adanya indikasi perihal ramalan kehancuran negara Israel di masa depan. Ridley menilai, melalui suratnya tergambar jika Einstein sudah merasa muak dengan kekerasan yang terjadi sejak pendirian negara Israel pada 1948.

Hal itu pula yang membuat Einstein "anti" menginjakkan kaki di tanah Israel. Bahkan, ia juga tegas menolak tawaran untuk menjadi Presiden Israel pada 1952.

"Bagi Einstein, Israel terbentuk dari laras senjata, dinamit dan darah orang-orang Palestina," ungkap Ridley.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.