30 Maret Diperingati Sebagai Land Day Palestina, Begini Kisah Sedih di Baliknya
JAKARTA, REQNews - Land Day atau Hari Tanah diadakan pada tanggal 30 Maret setiap tahun, merupakan hari yang penting bagi warga Palestina di mana pun.
Hari ini menandai momen istimewa dalam sejarah Palestina ketika protes terhadap perampasan tanah oleh Israel berujung pada kematian bagi enam orang.
Hari ini tidak hanya memperingati peristiwa masa lalu ini, tetapi juga merayakan semangat revolusi Palestina.
Hari ini dimulai pada tahun 1976. Pemerintah Israel menyatakan niatnya untuk mengambil alih tanah — dari desa-desa Arab seperti Sakhnin dan Arraba di wilayah Galilea Israel — untuk penggunaan resmi. Langkah ini akan menggusur banyak warga Arab.
Organisasi politik pertama yang mengklaim mewakili semua warga Palestina, Komite Nasional untuk Pertahanan Tanah Arab, menyerukan pemogokan. Mereka menamakannya 'Hari Tanah' dan melancarkan protes yang meluas, sebagian besar di daerah yang terkena dampak.
Ini penting, mengingat protes publik oleh warga Arab jarang atau bahkan tidak ada sebelum tahun 1970-an. Gerakan politik aktif tetapi sporadis. Peristiwa ini menyatukan orang Arab di kedua sisi perbatasan Israel.
Protes itu sendiri tidak menghentikan rencana perampasan tanah. Para pengunjuk rasa menghadapi perlawanan yang kuat. Ratusan orang terluka dan enam orang kehilangan nyawa.
Enam belas tahun setelah insiden itu, Hari Tanah menjadi hari libur nasional di Palestina dan dirayakan setiap tahun dengan demonstrasi dan pemogokan umum oleh warga Palestina di mana-mana.
Gerakan ini kembali marak pada tahun 2018 ketika ribuan warga Palestina — keluarga, orang-orang dari segala usia, dan jenis kelamin — memperingati Hari Tanah dengan berjalan damai menuju daerah perbatasan di sepanjang Jalur Gaza.
Mereka menjulukinya sebagai Pawai Kepulangan Akbar dan awalnya dimaksudkan untuk menyoroti pengorbanan orang-orang yang menolak dan terus menolak perolehan tanah; ini juga merupakan protes terhadap pengepungan Gaza selama 10 tahun oleh Israel.
Sejak tahun itu, warga Palestina di Gaza telah mengadakan pawai mingguan menuju pagar keamanan yang dibangun oleh Israel. Mereka terutama berusaha untuk mematahkan pengepungan di sekitar wilayah mereka dan menuntut tanah mereka kembali juga.
Hari Tanah telah diperingati oleh warga Palestina di berbagai lokasi di seluruh dunia — AS, Kanada, Jerman, Finlandia, Prancis, Belgia — dan berlanjut hingga saat ini.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
