Curhat dengan Wajah Babak Belur, Pria Ini Ngaku Dianiaya Oknum TNI Seperti Imam Masykur
JAKARTA, REQnews - Belum kelar kasus Imam Masykur yang menjadi korban penculikan dan penganiayaan oknum anggota TNI, publik kembali dikejutkan dengan viralnya video pengakuan seorang warga Jakarta Selatan bernama Agus.
Dalam video curhatannya yang beredar di media sosial, Agus curhat jika dirinya mengalami kasus serupa Imam Masykur. Dia menjadi korban penganiayaan oknum anggota TNI.
Dia pun memohon atensi pada Presiden Jokowi, Kapolri hingga Panglima TNI agar kasusnya segera ditangani.
Agus mengaku sudah melapor ke polisi atas kasus penganiayaan yang dialaminya. Namun sudah berbulan-bulan laporannya tak kunjung ditindaklanjuti.
Video curhatan Agus diunggah ulang oleh akun TikTok @antikekerasan.id pada Kamis, 31 Agustus 2023.
"Prsiden RI, Menkopolhukam, Panglima TNI dan Kapolri, izinkanlah saya curhat. Saya adalah korban dari diduga oknum TNI yang bertindak sebagai eksekutor," ungkap Agus, dikutip Jumat, 1 September 2023.
Kemudian Agus menceritakan kronologi kasus yang dialaminya. Bermula saat dirinya mengendarai sebuah mobil usai olahraga golf.
Saat itu tanggal 2 Februari 2023, sekitar pukul 12.00 WIB, Agus dihadang oleh mobil merek Innova berwarna hitam, lalu muncul 3 orang menghampiri dan memukulinya.
"Bermula pada tanggal 2 Februari 2023 selepas saya Golf di Soekarno Halim sekitar jam 12.00 siang. Mobil saya diserempet oleh Innova warna hitam dan muncullah 3 orang yang datang memukuli saya," jelasnya.
Selanjutnya, Agus juga menceritakan bahwa datang satu mobil lagi yang dikendarai tiga orang, turun dan ikut memukulinya.
"Saya dipukuli, diinjak-injak, sampai hampir kepala saya dimasukan ke kantong plastik merah. Saya sudah seperti teroris," terangnya.
Agus menduga oknum anggota TNI yang menculik dan menganiayanya merupakan suruhan salah seorang pengusaha.
Agus juga bercerita bahwa dirinya diinterogasi dan diminta membuat pernyataan oleh pengusaha tersebut jika ia telah menipu, melakukan penggelapan uang dan melawan aparat oknum TNI tersebut.
Kasus ini terjadi pada bulan Februari 2023 lalu dan telah dilaporkan ke Polda Metro Jaya di bulan yang sama serta Pomdam Jaya Guntur di bulan Agustus.
Sementara itu, Anton Setyo, kuasa hukum Agus menyebut bahwa pihak TNI belum mengakui peristiwa penganiayaan tersebut meski korban sudah melapor dengan membawa barang bukti salah satu KTP pelaku.
"TNI sendiri belum mengakui itu tetapi kita sudah lapor ke Pomdam Guntur dengan membawa bukti-bukti termasuk KTP dari oknum TNI tersebut yang sudah ditemukan," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.