Kasus Hotel Sultan, Pontjo Sutowo Gugat Rp 28 Triliun Pengelola GBK
JAKARTA, REQNews - PT Indobuildco milik Pontjo Sutowo menggugat Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) Cs terkait Hotel Sultan Rp28 triliun.
Tim Kuasa Hukum PT Indobuildco, Amir Syamsudin mengatakan bahwa angka tersebut berasal dari kerugian usaha akibat adanya perkara ini.
Dia mengatakan Hotel Sultan merupakan usaha pariwisata besar di DKI Jakarta.
"Sebetulnya kalau Anda merugikan seseorang, apalagi Indobuildco ini merupakan suatu usaha pendukung pariwisata yang besar, ya manakala anda tiba-tiba membunuh suatu usaha tanpa dasar hukum dan tanpa alasan, wajib orang melakukan bertanggungjawab dan dituntut seberat-beratnya" ucap Amir, Senin 30 Oktober 2023.
Kemudian, dia juga menuturkan bahwa peluang tambahan pengajuan tuntutan Rp28 triliun itu akan berkembang seiring dengan sidang gugatan perdata yang berjalan di PN Jakarta Pusat.
"Sudah nanti sambil kita lihat perkembangannya di dalam perjalanan perkara ini. Karena jangan kita biasakan seseorang atau pihak manapun yg merasa dekat atau mengidentifikasi dirinya sebagai bagian dari kekuasaan dan semena mena memperlakukan warga negara," tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Raja Juli Antoni meminta kepada Pontjo Sutowo, pemilik PT Indobuildco, agar taat kepada putusan hukum terkait tidak diperpanjangnya status Hak Guna Bangunan (HGB) Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Menurut Juli, persoalan tersebut bukan terjadi hanya kali ini saja. Melainkan sudah berkali-kali dan akhirnya PT Indobuildco kalah saat di pengadilan.
"Sekali lagi, perkara ini bukan perkara baru karena sudah berkali-kali diuji di pengadilan dan mereka kalah ya mau gimana lagi," ujar Juli kepada wartawan saat ditemui di Kawasan Jakarta Selatan, Selasa 31 Oktober 2023.
Dia meminta kepada PT Indobuildco agar rendah hati menerima putusan pengadilan yang sudah memutus bahwa tanah tersebut secara legal sebagai milik negara dalam hal ini Kemensetneg.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.