Sang Ibu Ungkap Kondisi Terkini Siswi SMP di Lampung yang Dirudapaksa 10 Pria: Teriak Histeris Ingin Bunuh Diri...
JAKARTA, REQnews - Kasus siswi SMP di Lampung menjadi korban penyekapan dan pemerkosaan 10 pria tengah menyita perhatian publik.
Korban berinisial N (15 tahun) disekap selama 3 hari di gubuk dan dirudapaksa oleh 10 pria. Penyekapan dan pemerkosaan itu terjadi di sebuah gubuk di tengah perkebunan di Kecamatan Bukit Kemuning, Kabupaten Lampung Utara.
Selama penyekapan, N tak diberi makan. Ia hanya dicekoki miras oleh para pelaku.
Melansir dari laman resmi Humas Polri, ibu dari N, Leni menilai kejadian yang menimpa putrinya terlampau sadis. Leni bercerita, saat pertama kali menemukan sang putri, N berada dalam kondisi tergeletak tak berdaya.
“Anak kami itu sudah tergeletak aja saat ditemukan, sudah nggak berdaya nggak dikasih makan 3 hari, cuma dikasih minuman keras aja," ungkap Leni, dikutip Jumat, 15 Maret 2024.
Saat ditemukan, N mengenakan pakaian yang bukan miliknya saat hilang.
"Dia sudah nggak pakai baju dia lagi, dia cuma pake daster aja," tambahnya.
"Mungkin kalau hari itu nggak ketemu anak saya ini bisa mati, nangis saya sebagai ibu melihat kondisi putri saya ini," kata Leni.
Leni pun menceritakan kondisi pilu putrinya saat ini. Kini, N lebih banyak mengurung diri di kamar. Dia mengalamai trauma berat hingga kerap berteriak histeris tiba-tiba.
"Nggak stabil, kadang dia mau ngomong tapi kadang tiba-tiba teriak histeris. Lebih banyak dikamar aja, takut katanya," ujar Leni.
Tak hanya itu, N juga kerap mengatakan ingin bunuh diri usai mengalami peristiwa mengerikan tersebut.
"Dia juga pernah bilang pengen bunuh diri aja, dua kali itu, makanya sekarang harus dijagain terus," jelasnya.
Leni pun berharap agar semua pelaku bisa segera tertangkap dan mendapatkan hukuman seberat-beratnya.
"Kata polisi sudah ada beberapa yang tertangkap, tapi belum semua. Kalau bisa ditangkap semua dan diadili seberat-beratnya. Apa yang mereka lakukan terhadap anak saya itu sudah terlalu sadis," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
