REQNews.com

Anak Hasil Hubungan Inses Adik Kakak di Rejang Lebong Bengkulu Akan Menjalani Tes DNA

News

Wednesday, 24 April 2024 - 12:32

Ilustrasi Tes DNAIlustrasi Tes DNA

BENGKULU, REQNews - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Sutan Alim mengatakan anak hasil hubungan inses adik kakak di Rejang Lebong, Bengkulu direncanakan akan menjalani tes DNA.

Sementara RI (16), korban inses adik kakak di Rejang Lebong Bengkulu rencananya akan dibawa ke Rumah Singgah di Kota Bengkulu untuk menjalani pemulihan kesehatan dan kesehatan mentalnya.

Rencana tes DNA tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat untuk memastikan siapa ayah kandung dari anak tersebut.

"Anaknya bakal di tes DNA. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah dilaksanakan, sekarang lagi persiapan," kata Sutan.

Menurutnya, tes DNA itu dilakukan karena kejadian inses adik kakak di Rejang Lebong, Bengkulu telah berlangsung lama.

Seperti diketahui, hubungan inses adik kakak di Rejang Lebong, Bengkulu terjadi sejak tahun 2021, hampir 3 tahun.

Bahkan anak RI saat ini juga sudah berumur hampir 3 tahun. Selama kurun waktu tersebut, RI bahkan juga sudah hamil 3 kali.

Keluarga RI bahkan pernah menuduh tetangga korban telah menghamili anaknya dan dilaporkan ke kepolisian.

Meski belakangan tuduhan tersebut tidak terbukti, dan kasus tersebut tidak dilanjutkan.

RI juga diharapkan dapat diberi pemahaman yang benar tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan.

Hal itu terkait dugaan bahwa RI mengalami pergeseran pemahaman atas apa yang telah dia alami.

RI dengan suara lirih bahkan pernah berujar kepada kakaknya, "cepat pulang kak. Jangan lama-lama, aku tunggu."

Di depan sejumlah anggota polisi dan pekerja sosial Kementerian Sosial (kemensos) yang mendampingi, RI tak kuasa menahan tangis.

Sikap RI menangis memeluk pelaku dianggap sebagai perilaku tidak biasa dari seorang korban.

Perilaku RI mirip seperti gejala sindrom stockholm atau stockholm syndrome.

Stockholm syndrome adalah suatu gangguan psikologis yang membuat korban malah memiliki rasa kasih sayang dan empati terhadap pelaku.

RI seperti tidak merasa sebagai korban dalam kasus inses Bengkulu ini.

Sebaliknya, RI terlihat seakan menaruh simpati pada pelaku yang menghamilinya hingga 3 kali.

Tidak hanya itu, pelaku yang tak lain adalah kakak kandung RI itu juga belakangan disebut RI hanya memintanya untuk menjaga rahasia, bukan ancaman akan dibunuh.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.