REQNews.com

Perjalanan SYL ke Arab Saudi, Brasil dan AS Bawa Keluarga Dibiayai Hasil Patungan Bawahan

News

Thursday, 09 May 2024 - 12:02

Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto: Hastina/REQnews)Mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Foto: Hastina/REQnews)

JAKARTA, REQNews - Diungkap pegawai Kementerian Pertanian (Kementan) bahwa eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat melakukan perjalanan dinas ke Arab Saudi yang diselingi ibadah umrah, ke Brasil hingga ke Amerika Serikat membawa sejumlah keluarga, dananya merupakan hasil patungan anak buah.

Kasubag Pengadaan Biro Umum Kementan, Abdul Hafidh, mengungkapkan sejumlah pegawai diminta patungan untuk membiayai SYL.

Hafidh mengatakan, sebenarnya biaya untuk perjalanan dinas cukup memenuhi semua agenda SYL di Arab Saudi, tapi yang menjadi masalah adalah, SYL mengajak keluarganya lebih dari 10 orang dalam kunjungan ke Arab Saudi tersebut.

"Kalau Pak Menteri mungkin ya cukup Pak. Tapi kan ada beberapa yang mungkin nggak cukup," ujar Hafidh, dalam persidang yang digelar Rabu, 8 Mei 2024.

Sementara saksi lainnya yakni Sekretaris Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Hermanto mengungkap saat SYL dan keluarganya saat pergi ke Brasil, anak buahnya juga patungan sekitar Rp600 juta dan Rp200 juta untuk kebutuhan di Amerika Serikat (AS)

"Kebutuhan itu dimintakan ke PSP. Tapi ada ke Direktorat lain juga sepengetahuan saya. Namun, saya tidak tahu jumlahnya," kata Hermanto.  

Hermanto menyebut seluruh pejabat hingga pegawai melakukan patungan dengan membagi rata uang yang diminta agar tidak ada yang lebih besar maupun lebih kecil untuk memenuhi kebutuhan SYL di luar negeri.

Hermanto mengaku tidak mengetahui dengan jelas kegiatan yang dilakukan SYL beserta keluarga di Brasil maupun AS.

"Hanya menyebut saja untuk kegiatan Pak Menteri dan rombongan ke sana. Saya tidak tahu persis," terang Hermanto.
 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.