REQNews.com

Brutal! Demo Penolakan Kuota PNS di Bangladesh Tewaskan 29 Orang

News

Friday, 19 July 2024 - 16:30

Demo Penolakan Kuota PNS di Bangladesh Tewaskan 29 Orang (Foto:AP)Demo Penolakan Kuota PNS di Bangladesh Tewaskan 29 Orang (Foto:AP)

BANGLADESH, REQNews - Demo besar-besaran menolak kuota Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Bangladesh, berujung tindakan kekerasan hingga puluhan demonstran meninggal dunia.

Polisi meluncurkan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa. Setidaknya 39 orang tewas dalam aksi unjuk rasa ini.

Beberapa peserta demo juga dilaporkan membakar sejumlah kendaraan dan memukul mundur petugas hingga ke gedung media pemerintah Bangladesh.

Demo di Bangladesh menggema sebagai respons keputusan pengadilan tinggi yang menerapkan kembali kuota 30 persen untuk kelompok tertentu.

Para demonstran menyerukan reformasi sistem kuota pendaftaran PNS, yang memberikan hampir separuh alokasi lowongan kepada kelompok tertentu seperti perempuan, difabel, dan keturunan veteran Perang Kemerdekaan 1971.

Bulan lalu, Pengadilan Tinggi Bangladesh kembali memberlakukan sistem kuota itu, yang sebelumnya sudah dihapus pemerintah sejak tahun 2018.

Sejumlah pihak menilai langkah tersebut untuk melanggengkan kekuasaan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Koordinator aksi di Kota Narayanganj, Farhana Manik Muna, mengatakan para aktivis ingin pemerintah membentuk komisi untuk mengusulkan reformasi sistem kuota.

"Kami tak menyerukan pembatalan besar-besaran terhadap semua reservasi kuota. Sebaliknya, kami menginginkan pendekatan yang masuk akal untuk membantu kelompok yang kurang beruntung," kata Farhana.

Para pengunjuk rasa menuntut agar lebih banyak orang direkrut berdasarkan prestasi.

Demo tersebut juga pecah saat angka pengangguran di Bangladesh meningkat drastis, lapangan kerja tak cukup bagi masyarakat, hingga ekonomi yang melemah.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.