REQNews.com

Duh Bikin Malu, Lima TKI di Singapura Baku Hantam gegara Video TikTok

News

Tuesday, 28 January 2025 - 14:32

TKI Indonesia di Sinagpura Dihukum Denda Usai Viral Melakukan Perkelahian (Foto:Istimewa)TKI Indonesia di Sinagpura Dihukum Denda Usai Viral Melakukan Perkelahian (Foto:Istimewa)

SINGAPURA, REQNews - Lima orang tenaga kerja Indonesia (TKI) dijatuhi hukuman denda setelah terlibat perkelahian di Singapura.

Peristiwa pada Mei 2024 itu terekam kamera dan beredar di media sosial hingga menjadi viral. Usai viral kelima perempuan yang bekerja sebagai asisten rumah tangga (ART) itu langsung ditangkap polisi kemudian didakwa dengan tuduhan perkelahian.

Sidang kelima TKI tersebut berlangsung sejak Agustus tahun lalu dan terakhir terdakwa Siti Rukayah Kusni (48), sidang digelar pada Senin 27 Januari 2025. Dia dijatuhi hukuman denda 1.000 dolar Singapura atau sekitar Rp12 juta.

Kusni mengaku bersalah atas satu tuduhan perkelahian di depan umum.

Dua kelompok PMI, salah satunya terdiri atas dua orang, Sriani dan Maesaroh, juga mengaku bersalah dalam sidang masing-masng pada Agustus dan September 2024.

Mereka masing-masing didenda 1.000 dolar. Selain itu izin kerja Sriani di Singapura dicabut kerja setelah vonis.

Satu kelompok lainnya terdiri atas Kusni, Sulastri, dan Nita Widia Rahayu. Dua rekan Kusni, yakni Sulastri dan Nita, juga didenda masing-masing 1.000 dolar dalam sidang pada Oktober 2024.

Dikutip dari Channel News Asia (CNA), Selasa 28 Januari 2025, perkelahian terjadi pada 19 Mei 2024 setelah Sriani mengunggah video di TikTok yang menghina Sulastri. Akibatnya, hubungan kedua kelompok tidak baik.

Sriani diserang oleh tiga PMI lainnya pada pukul 14.20 waktu setempat di Paya Lebar Square. Dia tertidur di tempat itu bersama Maesaroh setelah menghadiri pesta beberapa jam sebelumnya.

Terjadi perkelahian sengit antara kedua kelompok PMI tersebut di tempat umum hingga menarik perhatian puluhan orang di lokasi yang kemudian melaporkannya ke polisi.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.