AS Minta Cina Bujuk Iran Tak Tutup Selat Hormuz
WASHINGTON DC, REQNews - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Marco Rubio telah meminta Cina untuk mencegah Iran menutup Selat Hormuz, yang merupakan salah satu rute pelayaran terpenting di dunia.
"Saya mendorong pemerintah Cina di Beijing untuk menghubungi mereka (Iran) mengenai hal itu, karena mereka sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk minyak mereka," kata Marco Rubio dalam sebuah wawancara dengan Fox News pada Minggu 22 Juni 2025.
Kekhawatiran akan pentupan Selat Hormuz ini semakin meningkat menyusul serangan AS terhadap tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu, 21 Juni 2025.
Komentar Rubio muncul setelah Press TV Iran melaporkan bahwa parlemen negara itu telah menyetujui rencana untuk menutup Selat Hormuz.
Setelah mendapat persetujuan parlemen, keputusan akhir terkait langkah penutupan Selat Hormuz berada di tangan Dewan Keamanan Nasional Iran.
Penutupan Selat Hormuz akan memberi dampak besar pada perekonomian dunia, terutama pada harga minyak global. Harga minyak mentah sendiri telah melonjak ke level tertinggi dalam lima bulan setelah serangan AS ke situs nuklir Iran.
Cina, yang memiliki hubungan dekat dengan Teheran dan merupakan pembeli minyak terbesar Iran juga mengalami pukulan keras jika Selat Hormuz ditutup.
"Jika mereka (menutup Selat)... itu akan menjadi bunuh diri ekonomi bagi mereka. Dan kami memiliki pilihan untuk mengatasinya, tetapi negara-negara lain juga harus mempertimbangkannya. Itu akan merugikan ekonomi negara-negara lain jauh lebih parah daripada ekonomi kami."
Sekira 20 persen minyak dunia melewati Selat Hormuz, dengan produsen minyak dan gas utama di Timur Tengah menggunakan jalur air tersebut untuk mengangkut energi dari wilayah tersebut.
Setiap upaya untuk mengganggu operasi di Selat tersebut dapat menyebabkan harga minyak global meroket. Harga minyak melonjak ke level tertinggi sejak Januari, dengan harga minyak mentah Brent mencapai USD78,89 per barel pada Minggu.
Biaya minyak mentah memengaruhi segalanya, mulai dari biaya untuk mengisi bahan bakar mobil hingga harga makanan di supermarket.
Cina khususnya membeli lebih banyak minyak dari Iran daripada negara lain - dengan impor minyaknya dari Iran melampaui 1,8 juta barel per hari bulan lalu, menurut data oleh perusahaan pelacakan kapal Vortexa.
Ekonomi utama Asia lainnya termasuk India, Jepang, dan Korea Selatan juga sangat bergantung pada minyak mentah yang melewati Selat tersebut, demikian dilansir BBC.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
