Diberi Dubes AS Pendukung Israel, Warga Malaysia Ramai-ramai Menolak dan Sebut Penghinaan
KUALA LUMPUR, REQNews - Warga Malaysia ramai-ramai menolak calon Duta Besar Amerika Serikat untuk Malaysia Nick Adams, karena dianggap mendukung Israel.
Nick Adams juga disebut sebagai sosok konservatif, dan banyak melontarkan kebencian.
Partai Amanah, anggota koalisi pemerintahan Anwar Ibrahim, menyebut penunjukan Adams merupakan penghinaan terhadap Malaysia sebagai negara anggota mayoritas Muslim.
"Nick Adams bukan diplomat, bukan negarawan. Dia cuma propagandis sayap kanan ekstrem, loyalis Trump dan pendukung kuat rezim Zionis Israel," kata anggota Partai Amanah, Muzab Muzahar, dikutip South China Morning Post (SCMP), Senin 14 Juli 2025.
Lebih lanjut Muzahar mengatakan, "Retorikanya di media sosial penuh sentimen kebencian, rasisme, dan Islamofobia yang jauh dari hubungan bilateral yang matang."
Netizen Malaysia juga menyampaikan penolakan terhadap penunjukan Adams. Selain loyalis Trump, dia juga dikenal sebagai orang yang misoginis dan seksis.
Ada juga yang menyebut Adams tak bakal bahagia di Malaysia karena tak ada restoran khas Amerika Hooters.
Hooters merupakan restoran yang mengandalkan daya tarik seksual dari pelayan perempuan sebagai bagian citra mereka. Adams pernah menyerukan agar tempat makan ini diselamatkan.
Sejak Israel meluncurkan agresi ke Palestina, Malaysia mengutuk keras pemerintahan Benjamin Netanyahu dan negara penopangnya termasuk Amerika Serikat.
Pekan lalu, pemerintah Trump menunjuk Adams untuk mengganti Edgard Kagan sebagai duta besar AS untuk Malaysia. Langkah ini mengejutkan banyak pihak terutama bagi komunitas Muslim.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.