REQNews.com

Mengejutkan! Saat Dihadirkan Konferensi Pers KPK, Rudy Ong Chandra Mengaku Jadi Korban Pemerasan hingga Rp10 Miliar

News

Selasa, 26 Agustus 2025 - 12:00

Rudy Ong Chandra (Foto:Istimewa)Rudy Ong Chandra (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews  - Tersangka kasus suap izin tambang, Rudy Ong Chandra (ROC), pada saat konferensi pers, di Gedung Merah Putih KPK membuat terkejut banyak orang karena  tiba-tiba menyela dan mengaku sebagai korban pemerasan pada Senin 25 Agustus 2025.  

Rudy yang mengenakan rompi oranye tahanan tiba-tiba menyela dan mengaku sebagai korban pemerasan saat juru bicara KPK membuka acara,

Pengusaha tambang itu mengklaim bahwa kasus yang menjeratnya adalah rekayasa dari anak buahnya.

Ia menuding seorang pegawainya bernama Sugeng telah memerasnya senilai miliaran rupiah terkait kasus narkoba.

"Itu pegawai saya Sugeng namanya orang sana. Memeras saya atas nama KPK," teriak Rudy saat baru masuk ke ruang konferensi pers.

Petugas KPK pun berusaha menenangkannya. Saat digiring petugas keluar ruangan menuju mobil tahanan, ia kembali melontarkan tuduhan yang sama kepada awak media.

"8 tahun. Jadi pegawai saya, Sugeng itu memeras saya untuk narkoba Rp10 miliar. Terus lapor ke KPK justru saya yang kena," bebernya berulang kali.

KPK menahan Rudy selama 20 hari ke depan terkait dugaan suap pengurusan Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Kalimantan Timur.

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa Rudy ditahan setelah dijemput paksa di Surabaya pada Kamis 21 Agustus 2025 malam.

Tindakan ini dilakukan karena ia dinilai tidak kooperatif setelah mangkir lebih dari dua kali panggilan penyidik.

Rudy Ong Chandra merupakan seorang pengusaha tambang asal Kalimantan Timur. Dia menjadi komisaris sejumlah perusahaan antara lain PT Sepiak Jaya Kaltim, PT Cahaya Bara Kaltim, PT Bunga Jadi Lestari, dan PT Anugrah Pancaran Bulan. Dia juga punya kepemilikan saham 5 persen saham di PT Tara Indonusa Coal sebuah perusahaan tambang. 

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.