REQNews.com

Dari Dokter Puskesmas ke Bupati Lampung Tengah, Begini Rekam Jejak Ardito Wijaya yang Terjaring OTT KPK

News

Thursday, 11 December 2025 - 12:02

Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah (Foto:Istimewa)Ardito Wijaya, Bupati Lampung Tengah (Foto:Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Belum genap setahun memimpin Lampung Tengah, langkah politik Bupati Ardito Wijaya terhenti di tangan Komisi Pemberantasan Korupsi. Pria 45 tahun itu ditangkap dalam operasi senyap KPK yang digelar Rabu malam, 10 Desember 2025. Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan penangkapan tersebut. “Benar,” ujarnya singkat lewat pesan tertulis. Selain Ardito, lembaga antirasuah itu ikut mengamankan sejumlah pihak lain.

Operasi ini berkaitan dengan dugaan suap pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD). Ardito baru saja dilantik sebagai Bupati Lampung Tengah pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto, berpasangan dengan Wakil Bupati I Komang Koheri. Karier politiknya terbilang cepat, setelah sebelumnya dikenal sebagai dokter muda yang lama berkutat di Puskesmas Lampung Tengah.

Latar belakang Ardito memang lebih kuat di sektor kesehatan. Ia lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti angkatan 2005. Selepas internship, ia bekerja sebagai dokter muda di Puskesmas Seputih Surabaya, lalu berpindah ke Puskesmas Rumbia hingga 2012. Pada 2014, ia dipercaya memimpin Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit di Dinas Kesehatan Lampung Tengah hingga 2016.

Selain birokrasi, Ardito aktif berorganisasi. Ia pernah menjadi Koordinator Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Tengah, anggota Komite Eksekutif PSSI Kota Metro, Wakil Ketua KONI Kota Metro, hingga pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama. Kiprah organisasinya merambah dunia politik ketika ia mengambil peran di Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Partai Golkar.

Namun pada Pilkada 2024, justru PDI Perjuangan yang mengusungnya meski Ardito bukan kader partai banteng itu. Watoni Noerdin, fungsionaris PDIP Lampung, menyebut saat itu Ardito adalah kader PKB. “PKB tidak mengusungnya, akhirnya PDI Perjuangan berdiri sendiri untuk menjaga demokrasi,” kata Watoni. Ia menegaskan PDIP tak pernah melantik Ardito sebagai kader, hanya meminta ia menjalankan visi-misi yang sejalan dengan agenda partai.

Dari pihak PDIP, Watoni menyampaikan keprihatinan mendalam atas OTT tersebut. “Bagaimanapun, beliau kami anggap sebagai kader terbaik saat itu,” ujarnya. Watoni juga menyinggung langkah Ardito yang belakangan menyatakan diri sebagai kader Partai Golkar. Golkar sendiri baru-baru ini menunjuk Ardito sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Lampung 2. Sekjen DPP Golkar, M. Sarmuji, mengakui Ardito masih “baru masuk”. “Belum mantap betul,” katanya.

Kini langkah politik Ardito terhenti. KPK belum merinci detail dugaan suap yang menjeratnya, tetapi operasi tangkap tangan itu telah menempatkan nama sang bupati dalam pusaran kasus korupsi yang menyeret banyak kepala daerah sebelumnya. Sisa jabatannya yang seharusnya masih panjang kini terancam kandas di meja penyidik KPK.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.