Rusia Protes Penyitaan Kapal Tanker, Tuntut AS Perlakukan Awak Kapal Secara Manusiawi
JAKARTA, REQNews - Pemerintah Rusia akhirnya angkat bicara setelah Amerika Serikat menyita kapal tanker berbendera Rusia, Marinera. Melalui Kementerian Luar Negeri, Moskow menegaskan tengah memantau secara ketat tindakan militer AS yang naik ke kapal tersebut pada Rabu 7 Januari 2026.
Juru bicara Kemlu Rusia, Maria Zakharova, menekankan bahwa terdapat warga negara Rusia di antara awak kapal. Karena itu, Rusia menuntut Amerika Serikat menjamin keselamatan serta perlakuan yang manusiawi terhadap mereka.
“Dengan mempertimbangkan laporan adanya warga Rusia di antara kru kapal, kami menuntut pihak Amerika memastikan perlakuan yang layak dan manusiawi,” ujar Zakharova, seperti dikutip kantor berita TASS.
Selain soal perlakuan, Rusia juga meminta Washington menghormati hak-hak para awak kapal dan tidak menghambat kepulangan mereka ke Rusia dalam waktu dekat.
Di dalam negeri Rusia, penyitaan kapal tersebut menuai kecaman. Anggota parlemen Leonid Slutsky bahkan menyebut tindakan AS sebagai bentuk “pembajakan abad ke-21”.
Sementara itu, militer Amerika Serikat mengonfirmasi telah menyita Marinera. Gedung Putih berdalih kapal tersebut mengangkut minyak yang masuk daftar sanksi dan memperingatkan bahwa kru kapal berpotensi menghadapi proses hukum di AS.
Menurut laporan CNN, Marinera dikenai sanksi karena diduga menjadi bagian dari “armada bayangan”, jaringan kapal tanker yang digunakan untuk mengangkut minyak secara ilegal sepanjang 2024.
Sebelumnya, pada bulan lalu, pasukan AS sempat mencoba mencegat kapal itu di perairan dekat Venezuela, namun gagal menaikinya. Kapal tersebut kemudian melarikan diri.
Menanggapi pengejaran tersebut, Rusia sempat melayangkan nota diplomatik dan meminta AS menghentikan tindakan itu setelah kapal masuk ke dalam daftar resmi kapal Rusia. Kapal yang sebelumnya bernama Bella 1 kemudian berganti nama menjadi Marinera.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.