REQNews.com

Dilaporkan ke Polisi, Jusuf Kalla Siap Tempuh Dialog untuk Klarifikasi

News

Selasa, 14 April 2026 - 16:00

Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) (Foto: Istimewa)Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews — Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), disebut membuka kemungkinan untuk melakukan dialog menyusul laporan dugaan penistaan agama yang berkaitan dengan ceramahnya di Masjid Universitas Gadjah Mada (UGM). Upaya dialog dinilai sebagai langkah untuk memperjelas persoalan yang tengah berkembang.

Juru bicara JK, Husain Abdullah, mengatakan bahwa opsi tersebut terbuka jika dianggap perlu guna meredakan polemik sekaligus mencari titik terang dari permasalahan yang ada.

“Tergantung, tapi jika memang diperlukan boleh saja. Dialog akan lebih jernih untuk menemukan akar masalah,” kata Husain saat dikonfirmasi wartawan, Senin 13 April 2026.

Namun demikian, ia menambahkan bahwa rencana tersebut masih akan dibicarakan lebih lanjut dengan JK, mengingat saat ini yang bersangkutan sedang berada di luar kota.

“Pak JK masih di luar kota. Saya akan komunikasikan,” ujar dia.

Sebelumnya, laporan terhadap JK diajukan oleh Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada Minggu 12 April 2026 malam. Laporan tersebut dilatarbelakangi pernyataan dalam ceramah yang dinilai menimbulkan keresahan di masyarakat.

Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat, menyatakan pihaknya datang ke Polda Metro Jaya dengan membawa aspirasi dari sejumlah organisasi.

“Kami dari Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia tadi datang melaporkan Bapak Jusuf Kalla," kata Sahat, dikutip Senin 13 April 2026.

Ia menegaskan, langkah hukum ditempuh agar polemik yang berkembang tidak semakin meluas dan dapat ditangani secara jelas.

“Kami juga melaporkan kepada Polda Metro Jaya, sehingga kemudian pernyataan ini yang sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan di media sosial bisa lebih terarah untuk kemudian diselesaikan secara hukum," ujar dia.

Pernyataan senada disampaikan Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Asat Gusma. Ia menilai laporan tersebut penting untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Jadi kami melaporkan malam ini supaya suasana segera terkontrol dan tidak meluas. Harapan kami, sebagai tokoh bangsa, Bapak JK segera merespons ini dengan baik, paling tidak memberikan pernyataan terbuka, meminta maaf, dan kemudian mengklarifikasi semuanya," ujar Gusma.

Ia juga menekankan bahwa ajaran Kristen dan Katolik tidak mengajarkan kekerasan, termasuk tindakan menghilangkan nyawa sesama manusia. Pihaknya pun berencana berkoordinasi dengan jaringan organisasi di berbagai daerah untuk membantu meredakan situasi.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.