REQNews.com

Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Sadis di Sumba Tengah, Diduga Dendam Pribadi

News

Friday, 24 April 2026 - 15:00

Ilustrasi mayat korban pembunuhan (Foto:Istimewa)Ilustrasi mayat korban pembunuhan (Foto:Istimewa)

WAIBAKUL, REQNews — Aparat kepolisian mulai mengungkap motif di balik kasus pembunuhan yang menewaskan dua orang di Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil pemeriksaan awal, aksi tersebut diduga dipicu oleh persoalan dendam pribadi antara pelaku dan korban.

Dua tersangka berinisial DLJ (47) dan PLP (32) kini telah diamankan di Mapolres Sumba Barat. Keduanya diduga telah merancang tindakan tersebut sebelum akhirnya mengeksekusi korban pada malam kejadian.

Kapolres Sumba Barat, Yohanis Nisa Pewali, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan sementara mengarah pada konflik personal sebagai pemicu utama. “Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi oleh dendam pribadi,” ungkapnya, Jumat 24 April 2026, menegaskan temuan awal penyidik terkait latar belakang kasus tersebut.

Meski demikian, pihak kepolisian masih terus mendalami hubungan antara pelaku dan korban, termasuk menelusuri kemungkinan adanya konflik sebelumnya yang belum terungkap.

Penyidik juga tengah melengkapi berkas perkara dengan mengumpulkan keterangan tambahan serta memperkuat alat bukti yang telah diamankan. Seluruh barang bukti tersebut nantinya akan menjadi bagian penting dalam proses pembuktian di pengadilan.

Kapolres turut mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh spekulasi. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kepada kepolisian,” katanya.

Peristiwa tragis ini terjadi pada Selasa, 21 April 2026 sekitar pukul 23.55 Wita di Kampung Wacubakul, Desa Maderi, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat. Insiden tersebut mengakibatkan dua korban meninggal dunia, yakni Manung Sili Dingu (42) serta seorang anak berusia dua tahun, Kristian Padi Doli.

Kasus ini kembali menjadi pengingat pentingnya penyelesaian konflik secara damai di tengah masyarakat, guna mencegah persoalan pribadi berkembang menjadi tindak kekerasan yang berujung fatal.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.