REQNews.com

Viral Penggerebekan Dosen dan Mahasiswi, Kampus UIN STS Jambi Ambil Langkah Tegas

News

Sunday, 03 May 2026 - 15:02

Ilustrasi Perselingkuhan (Foto:Istimewa)Ilustrasi Perselingkuhan (Foto:Istimewa)

JAMBI, REQNews – Kasus dugaan pelanggaran etik yang melibatkan seorang oknum dosen Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menjadi sorotan publik setelah video penggerebekan beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Jumat 1 Mei 2026 malam. Dalam video yang beredar, oknum dosen berinisial DK terlihat digerebek oleh istri sahnya bersama warga saat berada di dalam kamar bersama seorang mahasiswi.

Menanggapi hal tersebut, pihak kampus langsung mengambil langkah awal dengan menonaktifkan sementara yang bersangkutan. Rektor UIN STS Jambi, Kasful Anwar, menyatakan keputusan itu diambil setelah mencermati informasi yang berkembang luas di publik.

“Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan ataupun kode etik yang berlaku maka UIN STS Jambi tentunya mengambil langkah sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku,” demikian keterangan Kasful Anwar yang disampaikan dalam pernyataan tertulis, Minggu 3 Mei 2026, sembari menegaskan komitmen kampus dalam menjaga integritas dan etika akademik.

Ia menjelaskan, penonaktifan tersebut bersifat sementara untuk memastikan proses pemeriksaan berjalan objektif serta menjaga situasi akademik tetap kondusif. Selama masa tersebut, DK tidak diperkenankan menjalankan aktivitas tridarma perguruan tinggi.

“Untuk sementara waktu aktivitas yang bersangkutan dalam kegiatan mengajar, pengabdian dan penelitian,” sambungnya, merinci pembatasan aktivitas yang dikenakan kepada dosen tersebut selama proses klarifikasi berlangsung.

Kasful juga mengimbau seluruh pihak agar tidak memperkeruh suasana dengan spekulasi maupun penyebaran informasi yang belum terverifikasi. Ia menegaskan bahwa seluruh sivitas akademika harus menjunjung tinggi kode etik, aturan disiplin, serta norma kelembagaan.

Sementara itu, dalam video yang beredar, DK turut memberikan klarifikasi terkait kejadian tersebut. Ia membantah sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat.

“Artinya ini sudah diset,” kata DK dalam video tersebut, seraya menyampaikan bahwa peristiwa penggerebekan itu menurutnya telah direncanakan sebelumnya.

Saat ini, pihak kampus masih melakukan penelusuran lebih lanjut guna memastikan fakta yang sebenarnya terjadi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan sesuai aturan yang berlaku.

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.