Dari Hutan yang Rusak, Beruang Madu Bermata Sendu Ini Datang Bukan untuk Menerkam, Melainkan Bertahan Hidup
KALIMANTAN, REQNews - Di sebuah permukiman warga di Kalimantan, suasana mendadak berubah ketika seekor beruang madu muncul dari arah semak dan perlahan mendekati rumah-rumah warga. Tidak ada raungan atau gerakan agresif. Satwa liar itu justru berjalan tertatih dengan tubuh lemah dan tatapan yang tampak sayu.
Video kemunculan beruang madu tersebut kemudian ramai dibagikan di media sosial setelah diunggah akun Kalimantan Folk. Banyak warganet awalnya salah fokus melihat cara berjalan satwa itu yang pincang karena salah satu kaki belakangnya tampak tidak normal. Namun semakin lama video diputar, perhatian publik berubah menjadi rasa iba.
Beruang berbulu hitam dengan kuku panjang itu terlihat mendekati rumah warga hingga akhirnya duduk di teras. Wajahnya tampak lesu, tanpa sorot garang yang biasa melekat pada satwa liar penghuni hutan Kalimantan tersebut. Kondisinya memunculkan dugaan bahwa hewan itu sedang kelaparan dan kesulitan bertahan hidup di habitat aslinya.
Kondisi kaki belakang beruang madu banyak yang menduga cacat tersebut akibat jerat liar yang kerap mengancam satwa hutan.
Kehadiran beruang madu di tengah permukiman bukan kali pertama terjadi di Kalimantan. Fenomena itu kerap dikaitkan dengan berkurangnya sumber makanan di habitat asli mereka akibat kerusakan hutan dan alih fungsi lahan. Satwa yang seharusnya hidup bebas di hutan Borneo kini perlahan terdorong mendekati manusia demi bertahan hidup.
Kemunculan beruang madu itu pun menjadi pengingat bahwa hutan Kalimantan bukan sekadar hamparan pepohonan, melainkan rumah bagi ribuan makhluk hidup yang kini semakin terdesak. Banyak warganet menilai, satwa tersebut datang bukan untuk menyerang, melainkan karena ruang hidup dan sumber makanannya terus menyusut.
“Jangan sampai generasi mendatang hanya mengenal satwa khas Borneo ini lewat video viral atau buku sejarah,” tulis narasi komentar netizen, dikutip Minggu (10/5/2025)
Video itu kini menuai banyak komentar dari masyarakat yang berharap perlindungan habitat satwa liar di Kalimantan semakin diperhatikan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.