Suhartoyo Dipilih Jadi Ketua MK Gantikan Anwar Usman, Ini Profilnya
JAKARTA, REQNews - Mahkamah Konstitusi (MK) resmi memilih hakim Suhartoyo Sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) yang baru menggantikan Anwar Usman.
Hal itu diputuskan melalui rapat pleno tertutup di Gedung MK, Jakarta Pusat, Kamis 9 November 2023.
Wakil Ketua MK, Saldi Isra yang ditunjuk memimpin proses pemilihan mengungkap prosesnya.
"Setelah selama bergilir 9 orang memunculkan dua nama. Satu, karena yang lain tidak bersedia, nama yang muncul adalah Saldi Isra dan Bapak Suharyo itu nama yang muncul," kata Saldi Isra.
Setelah dua nama itu muncul kemudian para hakim MK melanjutkan proses pemilihan di antara keduanya
"Sepakat untuk Ketua MK Bapak Suhartoyo," ujarnya.
Sebelumnya, Anwar Usman diberhentikan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) karena terbukti melakukan pelanggaran etik berat dalam putusan gugatan batas usia capres cawapres pada Selasa 7 November 2023.
MK kemudian diminta segera memilih ketua yang baru dalam waktu 2 hari.
Suhartoyo akan diambil sumpah jabatan pada Senin 13 November 2023.
Suhartoyo lahir 15 Oktober 1959 di Sleman, Yogyakarta. Dia mulai menjadi Hakim MK pada 7 Januari 2015 lalu.
Sebenarnya Suhartoyo berkeinginan dapat bekerja di Kementerian Luar Negeri. Namun kegagalannya menjadi mahasiswa ilmu sosial politik memberi berkah karena akhirnya memilih mendaftarkan diri menjadi Mahasiswa Ilmu Hukum.
Pada tahun 1986, dia pertama kali bertugas sebagai calon hakim di Pengadilan Negeri Bandar Lampung.
Dia dipercaya menjadi hakim Pengadilan Negeri di beberapa kota hingga tahun 2011.
Lalu menjadi Hakim PN Curup (1989), Hakim PN Metro (1995), Hakim PN Tangerang (2001), Hakim PN Bekasi (2006) sebelum akhirnya menjabat sebagai Hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar.
Ia juga terpilih menjadi Wakil ketua PN Kotabumi (1999), Ketua PN Praya (2004), Wakil Ketua PN Pontianak (2009), Ketua PN Pontianak (2010), Wakil Ketua PN Jakarta Timur (2011), serta Ketua PN Jakarta Selatan (2011).
Redaktur : Desi
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.