Profil Intiyas Utami, Rektor UKSW Viral Didemo Mahasiswa Diduga Gegara Pecat Dekan Semaunya
JAKARTA, REQnews - Sedang viral di jagat maya, aksi demo mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga (UKSW) gegara aksi pemecatan dekan secara mendadak yang dilakukan oleh Rektor UKSW, Prof Intiyas Utami.
Melansir dari unggahan akun Twitter @xox0xowhite, dalam aksi demonya, para mahasiswa mengajukan 3 tuntutan pada rektor UKSW. Pertama, mencabut seluruh keputusan Rektor yang berkaitan dengan restrukturisasi struktural pimpinan Fakultas Hukum.
Kedua, mahasiswa juga tuntut kembalikan struktur awal, struktural pimpinan Fakultas Hukum. Ketiga, mahasiswa meminta rektor UKSW menghormati seluruh keputusan Fakultas Hukum yang diambil dalam rapat dinas Fakultas Hukum.
Menurut informasi, Rektor UKSW diduga memecat dekan pada tengah malam di hari libur.
"Gaes tolong rektor kampus ku (UKSW) melakukan pencopotan jabatan Dekan ku dengan cara yang gak wajar, dengan cara kirim surat pencabutannya di jam 00.00 dini hari dan itu di hari libur," ungkapnya, dikutip Senin, 5 Mei 2025.
Surat yang diberikan Rektor untuk Dekan Fakultas Hukum UKSW tersebut juga diunggah dan terungkap alasan pemecatan hanya karena merasa tidak cocok.
"Isi surat pencabutannya 'karena gak sesuai kinerjanya sama beliau' dan beliau Rektor ini terkenal kalau gak sesuai sama kinerjanya bakalan langsung di cut," ungkapnya.
Berikut profil Rektor UKSW:
Intiyas Utami merupakan wanita kelahiran Yogyakarta, 24 Juni 1974 dan diketahui merupakan lulusan sarjana program studi akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta 2001.
Ia juga merupakan lulusan magister di Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Akuntansi lulus 2006. Kemudian, dia mengambil program doktoral akuntansi di UGM Yogyakarta dan selesai pada 2013. Ia dapat gelar tambahan pada 2014-2019 yakni CMA., QIA., CfrA.
Intiyas menjadi dosen UKSW sejak 2002 dan meraih gelar profesor pada 2018. Diketahui ia menjabat sebagai profesor perempuan pertama di UKSW dan profesor pertama Perguruan Tinggi Swasta di Jawa Tengah.
Selain berkarier sebagai akademisi, Intiyas juga pernah menjadi asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, Staf Ahli Gubernur Nusa Tenggara Timur, hingga Dewan Pakar Asosiasi Auditor Forensik Indonesia.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
