Heboh Taplak Meja Kulit Harimau Ketua MPR, Netizen Ramai-ramai Desak KLHK Usut Tuntas Kepemilikan Awetan Satwa oleh Pejabat
JAKARTA, REQnews - Lebih dari 4 ribu netizen telah menandatangani petisi di laman Change.org tentang desakan terhadap Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengusut kepemilikan satwa lindung/awetan satwa lindung oleh oknum-oknum pejabat.
Petisi ini digagas oleh netizen bernama Fendra Tryshanie menindaklanjuti kabar heboh soal taplak meja kulit harimau yang diduga milik Ketua MPR Bambang Soesatyo.
Berawal dari beredarnya foto taplak meja kulit harimau yang terpajang sebagai taplak meja atau ornamen hiasan di ruang kerja diduga milik Ketua MPR Bamsoet.
Hal ini lantas menuai kritik dari sejumlah pihak, terutama kalangan pecinta satwa dilindungi.
"Saya orang asli Aceh. Jadi saya tahu, kalau di sini, betapa sedikitnya populasi harimau sumatera. Zaman dahulu, bagian-bagian tubuh hewan dijadikan ornamen sebagai tanda keperkasaan karena sudah menaklukkannya. Tapi ini kan udah tahun 2023 ya. Kok masih ada saja ya, pejabat kayak gini?" demikian tulis penggagas petisi, Fendra Tryshanie, dikutip Minggu, 12 Februari 2023.
Fendra menilai, Ketua MPR harusnya jadi contoh yang baik untuk masyarakat. Yang artinya, dia harusnya menjalankan semangat konservasi hewan, bukan malah menjadikan mereka dekorasi.
Apalagi, harimau Sumatera adalah hewan langka yang dilindungi. Jadi, untuk bisa punya kulit mereka, apalagi dijadiin taplak, artinya ia diburu dan dibunuh secara ilegal.
"Untuk itu, saya ingin minta bantuan teman-teman untuk sama-sama suarakan, agar KLHK segera usut dugaan ini. Selain itu, Pak Bamsoet sebagai Ketua MPR juga harus menunjukkan komitmennya, dengan menyumbangkan kulit harimau ini ke museum, dan berjanji tidak akan mengoleksi bagian tubuh hewan langka lagi," katanya.
Lebih baik lagi, lanjut dia, Bamsoet juga bisa mengajak pejabat-pejabat lain untuk tidak memiliki cinderamata terbuat dari awetan satwa langka.
Untuk ikut mendukung petisi, kamu bisa mengakses tautan berikut ini.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.