Ahli Hukum Pidana Eddy OS Hiariej Yakin Jessica Bunuh Mirna karena Ada Jejak Digital Ngeri Ini: Dia Search tentang...
JAKARTA, REQnews - Satu lagi pakar ikut angkat bicara terkait kasus pembunuhan Mirna Salihin yang kembali ramai dibicarakan beberapa waktu belakangan.
Adalah ahli hukum pidana Eddy OS Hiariej yang menyoroti soal pro kontra penetapan Jessica Wongso sebagai tersangka pembunuh Mirna Salihin. Di saat ada sejumlah pihak ragu jika Jessica adalah pembunuh Mirna, Eddy mengungkapkan dirinya justru yakin jika wanita 35 tahun itu pelakunya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Eddy saat menjadi narasumber di podcast Deddy Corbuzier pada Selasa, 10 Oktober 2023.
Guru besar Universitas Gadjah Mada (UGM) itu diketahui menjadi salah satu ahli yang ikut menangani kasus pembunuhan Mirna. Menurutnya selama proses penyelidikan, telah dilakukan proses peninjauan terkait bagaimana Jessica bisa memiliki racun sianida.
"Apakah dilakukan profiling gimana caranya Jessica ini bisa dapet itu sianida," tanya Deddy Corbuzier, dikutip Selasa, 10 Oktober 2023.
Eddy lantas menyebutkan bahwa latar belakang Jessica Wongso dapat diketahui melalui catatan kepolisian di Australia. Satu hal yang menarik dari rekam jejaknya, Jessica yang pernah berkuliah dan menetap di Australia itu ternyata bekerja di sebuah perusahaan farmasi.
"Dia kan punya catatan kepolisian sampai 14 kasus di Australia. Kedua, dia ini bekerja pada farmasi," jelas Eddy.
Fakta itu dinilai selaras dengan temuan lain dari hasil digital forensik di laptop milik Jessica Wongso.
"Digital forensik dari laptop Jessica yang disita, jadi dia search bagaimana tentang racun sianida itu," ungkap Eddy.
Bahkan, lanjut Eddy, Jessica juga sempat menonton film tentang modus pembunuhan memakai racun sianida.
"Pada tahun 2015 dia menonton film The Hateful Eight. Film itu tentang delapan koboi di mana satu koboi membunuh tujuh orang teman lainnya dengan menggunakan racun sianida yang memang dia masukan ke kopi," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.