REQNews.com

Disentil WALHI! Proyek Pembangunan Beach Club-nya Disebut Merusak Lingkungan, Raffi Ahmad Buka Suara

The Other Side

Monday, 25 December 2023 - 21:21

Raffi Ahmad datangi Gedung KPK. (Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat)Raffi Ahmad datangi Gedung KPK. (Foto: Antara/Fianda Sjofjan Rassat)

JAKARTA, REQnews - Raffi Ahmad mendadak ramai diperbincangkan publik gara-gara polemik proyek pembangunan beach club di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Menurut kabar, Raffi hendak membangun beach club dan 300 villa di lahan konservasi di wilayah Gunung kidul. Rencana ini pun menuai kontroversi lantaran dinilai dapat merusak lingkungan oleh Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).

Menanggapi kritikan tersebut, Raffi Ahmad pun angkat bicara. Raffi mengklaim dirinya sudah berkomunikasi dengan pejabat daerah setempat terkait rencana proyek pembangunan tersebut.

Meski demikian, ia belum memberikan jawaban yang pasti terkait tudingan WALHI.

"Kemarin juga sudah ada dari bupatinya. Nanti saja ya, ini lagi harus jalan dulu," kata Raffi Ahmad, dikutip Senin, 25 Desember 2023.

Lebih lanjut, Raffi pun mengaku dirinya baru tahu soal kritik WALHI tersebut.

"Nanti, nanti kita tanya lagi seperti apa. Saya juga baru tahu dari teman-teman. Belum, belum," kata Raffi.

"Nanti kalau sudah mulai dikasih tahu. (300 vila) insyaallah, namanya juga berusaha," sambungnya.

Sebelumnya diketahui, rencana pembangunan beach club oleh Raffi Ahmad dan Arbi Leo, yang melibatkan proyek PT Agung Rans Bersahaja Indonesia (ARBI), mendapat kritik keras dari WALHI.

WALHI menyoroti potensi kerusakan lingkungan jika proyek tersebut terealisasi, khususnya di wilayah Pantai Krakal yang masuk dalam zona perlindungan air tanah.

Elki Setiyo Hadi, Kepala Divisi Kampanye WALHI, menyatakan bahwa pembangunan tersebut dapat memperparah kekeringan di wilayah Kapanewon Tanjungsari.

Ia menjelaskan, meskipun memiliki sungai bawah tanah, namun Kapanewon Tanjungsari selama ini merupakan wilayah yang rawan akan kekeringan.

"Pembangunan resor yang mulai dibangun pada tahun 2024 dan akan selesai pada tahun 2025 semakin memperparah kekeringan di Kapanewon Tanjungsari," jelas Kepala Divisi Kampanye Walhi, Elki Setiyo Hadi.

Ia juga menekankan bahwa Pantai Krakal termasuk dalam Kawasan Bentangan Alam Karst (KBAK) Gunung Sewu bagian timur, yang merupakan kawasan lindung geologi.

WALHI pun mengingatkan soal dampak potensial pembangunan beach club terhadap daya tampung dan daya dukung air di wilayah Tanjungsari, serta risiko banjir dan longsor.

"Dengan luasnya pembangunan beach club milik Raffi Ahmad tersebut, tidak menutup kemungkinan akan merusak wilayah-wilayah bebatuan karst di sekitarnya," tandasnya.

 

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.