REQNews.com

Ngeri! Di Negara Ini Lagi Marak Kasus Pemerkosaan Terhadap Pria, Para Perempuan Memburu Sperma

The Other Side

Kamis, 08 Februari 2024 - 22:30

Ilustrasi Pemerkosaan (Foto: Ilustrasi)Ilustrasi Pemerkosaan (Foto: Ilustrasi)

JAKARTA, REQnews - Masyarakat di negara Zimbabwe tengah digegerkan dan dibuat resah dengan maraknya kasus kejahatan seksual yang menyasar para pria sebagai korban.

Kasus pemerkosaan terhadap laki-laki yang dilakukan oleh sekelompok perempuan tengah marak di negara tersebut. Menurut aparat penegak hukum, pemerkosaan tersebut dilakukan oleh para perempuan pemburu sperma.

Pada 2019 lalu, Kepolisian Zimbabwe telah secara resmi mengeluarkan peringatan kepada masyarakat terutama para pria agar meningkatkan kewaspadaan di transportasi umum, khususnya bagi mereka yang ada di Ibukota Harare.

Peringatan ini dikeluarkan usai rentetan insiden pemerkosaan yang menimpa sejumlah pria dalam waktu sepekan.

Juru bicara Kepolisian Zimbabwe Inspektur Kepala Paul Nyathi kala itu mengungkapkan, insiden pertama terjadi pada hari Sabtu, pada bulan Agustus 2019.

Pada saat itu, seorang pria 37 tahun menaiki bus bersama dua penumpang wanita dan seorang sopir pria. Pada mulanya, laki-laki tersebut merasa biasa saja, namun situasi berubah ketika penumpang wanita lain bergabung dan sopir mengubah rute untuk menghindari penghalang jalan polisi.

"Dalam perjalanan, salah satu wanita yang menaiki kendaraan bersama pelapor, mengeluarkan pistol dan memaksa pelapor ke (keluar menuju) daerah semak di sepanjang Delport Road," ungkap Nyathi, dikutip dari Africa News, Kamis, 8 Februari 2024.

Setelah itu, salah satu perempuan lainnya memaksa korban untuk melakukan hubungan seksual tanpa persetujuan.

"Sementara perempuan lain memaksa pria tersebut meminum cairan yang tidak diketahui jenisnya, membuatnya tidak sadarkan diri," jelas dia.

Kemudian, insiden kedua menimpa seorang pria berusia 29 tahun yang mendapat tumpangan ke Harare dari lima perempuan. Kejadian bermula saat dalam perjalanan, korban ditawari minuman yang membuatnya kehilangan kesadaran.

Ketika sadar, dia menyadari bahwa telah menjadi korban pelecehan. Karena itu, Kepala Inspektur Nyathi mendesak masyarakat untuk membantu polisi dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan.

"Kami ingin mengimbau masyarakat untuk mewaspadai sekelompok pria dan wanita yang tanpa curiga memberikan transportasi kepada korban dan akhirnya menganiaya mereka," tandasnya.

Peristiwa serupa tercatat juga terjadi pada September 2015, di mana dua wanita diduga memperkosa seorang pria dengan modus menawarkan tumpangan.

 

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.