REQNews.com

Viral Oknum Caleg DPRD Pandeglang Diduga Gelapkan Mobil Orang untuk Biaya Kampanye, Modusnya Kerjasama dengan Rentenir

The Other Side

Monday, 19 February 2024 - 02:00

Viral oknum caleg DPRD Pandeglang gelapkan mobil orang untuk kampanye.Viral oknum caleg DPRD Pandeglang gelapkan mobil orang untuk kampanye.

JAKARTA, REQnews - Salah satu oknum caleg DPRD di Kabupaten Pandeglang tengah viral dan ramai diperbincangkan di platform X lantaran diduga menggelapkan mobil orang.

Kasus ini terungkap bermula dari unggahan akun X @hahahanjiing. Akun tersebut meminta bantuan kepada para netizen untuk menangkap caleg yang diduga bekerjasama dengan seorang rentenir untuk menggelapkan mobil miliknya.

"HELP ME RT !!! TWITTER, X PLEASE DO YOUR MAGIC !! Mobil saya dibawa kabur sama Caleg Ini, bilangnya untuk kampanye tapi malah di jual lepas ke orang lain. @bawaslu_RI @DPP_PPP @infopandeglang @binmaspdg @sandiuno Please siapapun yg punya kuasa, bantu saya," tulis @hahahanjiing, dikutip Minggu, 18 Februari 2024.

Dalam unggahannya, akun tersebut juga menyertakan sebuah gambar gerak yang berisi foto-foto caleg DPRD yang dimaksud dan menunjuk sosok dengan akun Instagram @zd.fahreza.

"Tolong iniyang no.urut 7, penjahat, dia sudah melarikan mobil pribadi saja. Dan dengan gampangnya dia nantangin, katanya laporkan saja @infopandeglang @bawaslupandeglang Tolong pak di proses. Kriminal gak pantas untuk jadi anggota DPRD," lanjut akun tersebut.

Akun itu kemudian menjelaskan kronologi kasus yang menimpanya. Bermula dari ia mencoba meminjam uang ke seorang teman dengan jaminan mobil.

"Awalnya saya butuh uang untuk berobat, pinjam kesana kemari tidak ada, akhirnya ada teman yg mau kasih pinjam uang dengan jaminan mobil saya. Bodoh nya saya, saya terlalu percaya sama orang. Karna takut mobil saya kenapa-napa dibuatlah perjanjian gadai. Ini pelaku utama nya," jelasnya.

Disebutkan, sosok yang menjadi rentenir utamanya bernama Randi, yang merupakan rekan kerja korban dahulu di Sarinah.

"Namanya Randi. Teman satu depstore di sarinah. Awalnya saya tidak jadi, namun orang ini bersikeras,spam telpon, bahkan jam 10 malam kerumah saya, ternyata memang dari awal ini orang punya niat jahat. Singkat cerita, jadilah saya kerumahnya pinjam uang dengan jaminan mobil," bebernya.

Singkat cerita, korban akhirnya membuat perjanjian gadai dengan Randi menggunakan materai dan tanda tangan saksi di dalamnya. Uang Rp 5 juta juga sudah diserahkan ke korban sebagai utang dengan jaminan mobil.

Namun sayang, saat mobilnya mau ditebus, Randi mulai berkelit dan mengaku kendaraan korban dipakai oleh saudaranya yang bernama Reza atau Raja.

"Selang 2 minggu, mobil mau saya tebus, karna saya sudah ada uang nya.Dia bilang buat sosialisasi karna dia caleg. Jadi mobil ini,dipakai saudara nya randi. Namanya reza/raja. Ok saya tunggu sampai awal bln karna dia bilang masih dipake," ceritanya.

"Ini ktp si pelaku yg bawa kabur mobil, jadi si pelaku ini tinggal di tangerang, alamat ktp dia di pandeglang, ternyata orang ini sudah kongkalingkong sama randi untuk berniat jahat, btw mereka ini sepupuan. Pantes tiap saya mau nebus mobil , ini orang selalu beralasan," jelas akun @hahahanjiing sambil menunjukkan foto KTP Reza.

Reza sendiri diketahui bernama asli Mochamad Zamal Dzikri Fahreza, asal Pandeglang, dan lahir pada 7 Agustus 2000.

"Ini awal komunikasi masih lancar sebelum dia blok WA saya. Dia sempat mau oper kredit cuma saya gak mau karna dari awal aja ni orang udah gak bener,ulur-ulur waktu.Dan dua minggu berselang mulai susah dihubungin baik randi maupun si caleg ini nya. Itu No WA si caleg,saya diblokir," kata korban melanjutkan ceritanya.

Korban yang sudah geram kemudian mendatangi rumah pelaku hingga meminta bantuan ketua RT setempat untuk menjadi saksi di permasalahan ini.

"Begitupun Randi seminggu saya bolak balik ke rumahnya, ngumpet dia di dalam, hingga akhirnya saya lapor RT setempat, baru bisa ditemuin. Ini wa saya gak direspon, panggilan saya juga gak dijawab, saya telpon IG pun gak ada jawaban. Ternyata RT nya bilang ini orang banyak kasus," jelasnya.

Korban kemudian menunjukkan kalau mobilnya yang berwarna putih sekarang sudah entah ke mana.

"Ini mobil saya yg dibawa kabur, & ini rumah nya si Randi. Sumpah demi Allah saya gak ikhlas mobil saya hilang, saya sudah habis belasan juta ngurusin perkara mobil ini, yg harusnya saya dapat uang kompensasi,mobil balik ke leasing malah rumit kaya gini gara2 kelakuan penjahat ini," ungkapnya.

"Ini dari pihak keluarga Randi juga tidak ada tanggung jawab, saya telpon emaknya no respon , adik perempuan nya pun sama no respon malah WA saya diblokir, keluarga jahanam. Bapaknya si randi pun klemar klemer. Bener2 tidak ada itikad baik dari keluarga mereka," tambahnya.

Korban juga kemudian berusaha membongkar akun Instagram terduga pelaku yang bernama Reza dengan username @zd.fahreza.

"Ini IG nya si reza yg bawa kabur mobil (si caleg penipu) , IG nya randi juga. Tolong netizen bantu saya untuk viralkan mereka. Dua penjahat ini. Saya gak tau lagi mesti minta bantuan ke siapa, ke polisi pun sulit, uang saya sudah habis," jelasnya.

Korban kemudian menunjukkan foto Reza yang kini sudah menjadi caleg DPRD Kabupaten Pandeglang melalu Partai PPP.

"Ini muka jelasnya si raja. Tolong siapapun yg tinggal di pandeglang, atau di tangerang,bantu saya kabarin orang ini ada dimana. Tolong banget netizen bantu saya, saya cuma mau mobil saya balik. @DPP_PPP @sandiuno @kominfopdglng @KPUPANDEGLANG @binmaspdg," tulis korban seraya memohon.

Korban pun terus berupaya melacak Reza yang membawa mobilnya, yang diketahui bertempat di Najasari, Sukaratu, Pandeglang. Sementara itu, sosok Randi yang diduga menyerahkan mobil korban ke Reza malah dengan santainya memamerkan diri menjadi anggota KPPS di daerah Koja, Jakarta Utara.

Korban juga sudah berusaha meminta pertanggungjawaban dari keluarga Randi namun ia malah digertak dan diblokir. Hingga kini, korban masih mencari keadilan atas kasusnya. 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.