REQNews.com

Takut Video Asusilanya Disebarkan, 3 Remaja Bunuh Sopir dan Buang Jasadnya ke Gorong-gorong

The Other Side

Monday, 01 April 2024 - 21:11

Ilustrasi Penemuan MayatIlustrasi Penemuan Mayat

JAKARTA, REQnews - Kasus pembunuhan sadis terjadi di Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara pada Selasa, 26 Maret 2024 lalu.

Seorang pria ditemukan tewas dibunuh oleh 3 remaja. Korban diketahui bernama Hasrianto Tampubolon (47 tahun) dan berprofesi sebagai sopir.

Korban dihabisi nyawanya di sebuah pondok di Pantai Indah Kalangan lalu jasadnya dibuang ke gorong-gorong. Ketiga pelaku yakni, pria berinisial SR (19 tahun) dan TM (18 tahun), serta wanita berinisial VAPH (16 tahun).

Mengutip dari unggahan akun Instagram @sibolgainfo, motif pembunuhan dilatarbelakangi dendam dan sakit hati para pelaku terhadap korban.

Pelaku mengaku diperas oleh korban usai dipergoki melakukan tindakan asusila. Saat itu, pelaku SR dan VAPH yang merupakan pasangan kekasih beserta pelaku TM dan temannya inisial N tengah bermesraan di sekitar Sungai Sarudik.

Korban memergoki keempatnya dan merekam momen tersebut memakai kamera ponsel miliknya. Menurut keterangan para pelaku, korban mengancam akan menyebarkan video asusila mereka apabila permintaannya tak dituruti.

Saat itu korban meminta uang sebesar Rp 1 juta yang langsung dituruti oleh para pelaku lantaran takut videonya akan disebarluaskan. Tak hanya itu, korban juga berupaya menggoda dan mengajak VAPH untuk berkencan.

SR dan TM lantas merencanakan pembunuhan agar tidak lagi diperas oleh korban. Pada malam kejadian, korban diajak bertemu di daerah Pantai Indah Kalangan oleh VAPH yang berperan sebagai umpan.

Sementara, SR dan TM mempersiapkan aksi pembunuhan dengan menyiapkan sebilah pisau dan parang serta seutas tali nilon.

Setibanya korban di TKP, ia bersama VAPH duduk di sebuah pondok yang berada di Pantai Indah Kalangan. Kemudian, SR dan TM datang menghampiri dan langsung menyerang korban.

Pelaku menjerat leher korban menggunakan tali nilon, namun korban mencoba melakukan perlawanan hingga kemudian TM menusukkan pisau ke dada sebelah kiri korban sebanyak 2 kali.

Usai korban terkapar, VAPH lantas mengambil ponsel milik korban yang berisi rekaman video asusilanya dengan SR dan kemudian pergi meninggalkan TKP.

Sementara, SR dan TM membawa jasad korban menggunakan sepeda motor dan membuangnya ke gorong-gorong di daerah Desa Aek Garut yang berjarak sekitar 2 km dari TKP. Pelaku TM sempat menusuk leher korban lagi untuk memastikan bahwa korban sudah benar-benar meninggal.

Kedua pelaku lantas pergi membeli 2 botol pertalite yang kemudian disiramkan ke jasad korban untuk menghilangkan barang bukti.

"TM sempat bertanya kepada SR bagaimana cara menghilangkan sidik jari yang ada pada tubuh korban. SR mengatakan, dengan bensin (pertalite). Keduanya lalu membeli pertalite dan menyiramnya ke tubuh korban," terang Wakapolres Tapteng Kompol Kamaluddin Nababan.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.