REQNews.com

Ngeri! Dosen Ahli Nuklir UGM Jadi Buron Polda Jatim Kasus Penggelapan Uang Rp 9,2 Miliar

The Other Side

Friday, 19 April 2024 - 19:00

Universitas Gadjah MadaUniversitas Gadjah Mada

JAKARTA, REQnews - Salah satu akademisi, yakni dosen ahli nuklir Universitas gadjah Mada (UGM) Yogyakarta berinisial YUI masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron Polda Jawa Timur.

YUI diduga terlibat kasus penggelapan uang senilai Rp 9,2 miliar. Dalam kasus ini, YUI disebut-sebut telah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan dan atau tindak pidana pencucian uang (TPPU) saat menjadi Direktur Utama PT Energi Sterila Higiena.

Sekretaris Universitas UGM Andi Sandi Antonius Tabusassa Tonralipu membenarkan YUI adalah salah satu dosen berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di UGM. "Tapi kami di UGM tidak banyak mengetahui kegiatannya di luar," kata Andi, dikutip Jumat, 19 April 2024.

Di Fakultas Teknik (FT) UGM, lanjut dia, YUI sudah lama tidak aktif mengajar.

"Dari sisi kasusnya kami betul-betul tidak tahu. Tapi prinsipnya jika UGM diminta dalam proses penegakan hukumnya, UGM siap membantu," ujarnya.

Hingga kini UGM belum mendapatkan keterangan resmi dari Polda Jatim mengenai perkara yang menyeret salah satu dosen UGM tersebut. "Saya cek di SDM kami, hukum dan organisasi juga belum ada (pemberitahuan penanganan kasus)," tambah Andi.

Sementara itu, Wakil Dekan SDM dan Administrasi FT UGM Muslikin Hidayat mengungkapkan, selain menjadi dosen di "kampus biru" ini, YUI juga menjabat sebagai direktur salah satu perusahaan yang mengurusi tentang nuklir.

"Kami sedang melakukan pengecekan kepegawaian, sudah berapa lama (YUI) tidak mengajar," jelasnya.

Muslikin juga telah melakukan kroscek ke Departemen Teknik Nuklir UGM terkait kasus yang menimpa YUI. Namun informasinya belum dapat dipastikan karena sama-sama tidak tahu.

"Saya kira itu (kasusnya) murni urusan pribadi ya. Jadi tidak ada kaitan dengan UGM," tegasnya.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.