REQNews.com

Terungkap! Lebih dari 124 Ribu Pensiunan Belum Terima Dana Pengembalian Tapera Rp 576 M Tahun 2021

The Other Side

Tuesday, 04 June 2024 - 11:30

Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat)Tapera (Tabungan Perumahan Rakyat)

JAKARTA, REQnews - Kebijakan iuran Tapera masih terus menuai penolakan dari masyarakat. Terlebih melihat rekam jejak pemberlakuan Tapera yang bermasalah.

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) ternyata pernah melakukan pemeriksaan terhadap program Tapera. Hasilnya terungkap, nyaris 125 ribu pensiunan belum menerima dana pengembalian dari BP Tapera senilai Rp 500 miliar pada tahun 2021.

Data tersebut terungkap pada laporan yang dapat diunduh dari situs resmi BPK.

"Peserta pensiun belum menerima pengembalian sebanyak 124.960 orang sebesar Rp 567.457.735.810," demikian bunyi laporan temuan BPK, dikutip Selasa, 4 Juni 2024.

Tak hanya itu, BPK juga mengungkapkan adanya 40 ribu lebih peserta yang terdata sebagai pensiun ganda dengan nilai aset Rp 130 miliar.

"Dan peserta pensiun ganda sebanyak 40.266 orang sebesar Rp130.225.360.073," ungkap BPK.

"Peserta yang sudah pensiun atau meninggal masih tercatat sebagai peserta aktif sebanyak 124.960 orang," lanjutnya.

Terkait kasus ini, BPK telah memanggil dan memeriksa Direktur Operasi Pengerahan BP Tapera.

"Hasil wawancara dengan Direktur Operasi Pengerahan menunjukkan bahwa proses bisnis BP Tapera bergantung pada pemutakhiran data dalam menentukan status pekerja dari pemberi kerja diperoleh melalui portal," katanya.

"Selama tidak ada perubahan status oleh pemberi kerja, misalkan meninggal, maka data peserta aktif tidak akan berubah," sambungnya.

Kepada BPK, pihak BP Tapera mengakui adanya ketidakcermatan dalam pendataan tersebut dengan alasan keterbatasan sumber daya manusia.

"BP Tapera telah melakukan kegiatan sosialisasi terkait pemutakhiran data termasuk mekanisme perubahan status, namun karena banyaknya data dan jumlah peserta yang harus diinput oleh pemberi kerja dan keterbatasan sumber daya di pihak pemberi kerja, memungkinkan terjadi ketidaktertiban/kekurangcermatan," jelasnya. 
 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.