Geger Penggerebekan Pabrik Dior di China, Ada Eksploitasi Tenaga Kerja hingga Terungkap Biaya Produksi Tas Mewah Cuma Rp 900 Ribu!
JAKARTA, REQnews - Publik internasional baru-baru ini dikejutkan dengan viralnya tayangan stasiun televisi Korea Selatan JTBC yang mengungkap fakta soal sistem produksi tas dari brand tersohor Christian Dior.
Dalam tayangan itu terungkap bahwa pengadilan Italia memutuskan adanya eksploitasi imigran gelap asal Tiongkok dan Filipina yang dipekerjakan oleh 4 subkontraktor di bidang pembuatan tas mewah Dior dengan upah rendah di pabrik-pabrik yang berlokasi di China, yang kemudian produknya diberi label "Made in Italy".
Dokumen pengadilan mengungkap buruknya kondisi system kerja subkontraktor di China yang memproduksi tas Dior. Namun, pihak Dior juga mendukung dan mendorong adanya eksploitasi terhadap tenaga kerja tersebut.
"Kayak yaudah bayar murah aja gapapa, yang penting tas gue produknya jadi dan bagus hasilnya," ungkap akun TikTok @swansage, dikutip Rabu, 19 Juni 2024.
Salah satu bentuk eksploitasi yang dilakukan adalah para pekerja tidak diberikan kamar tidur yang layak. Mereka tidur di bengkel dan harus bekerja selama 24 jam sehari tanpa hari libur. Perangkat keselamatan juga dilepas dari mesin untuk mempercepat proses produksi.
"Eh jadinya ketahuan juga gitu loh, sampai seluk beluknya," kata akun @swansage.
Praktik ilegal ini membuat biaya produksi Dior menjadi sangat murah. Subkontraktor asal Tiongkok menjual setiap tasnya ke Dior di Italia hanya seharga 80.000 won atau sekitar Rp 950.000.
Kemudian, toko Dior di Italia menjual setiap tasnya dengan harga jauh lebih mahal, yakni bisa mencapai 3,8 juta won atau hingga Rp 45 juta.
"Yang awalnya orang-orang beli Dior itu karena barangnya rare, pembuatannya susah karena pakai tangan. Ingredientsnya kainnya itu yang paling bagus (kulit binatang) yang emang pengolahannya tuh terbaik. Yah ternyata barang pabrik juga guys," kata akun @swansage.
Kasus tersebut masih terus diselidiki oleh pihak berwenang hingga kini.
"Cuma kalau ini sampai beneran, zonk mampus sih kata gue," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
