REQNews.com

Penting! Pengguna Gmail Diminta Ganti Alamat Email Mulai 2025, Ini Alasannya

The Other Side

Rabu, 01 Januari 2025 - 23:00

Ilustrasi GmailIlustrasi Gmail

JAKARTA, REQnews - Para pengguna Gmail tampaknya harus mulai waspada. Pasalnya, FBI merilis peringatan agar pengguna Gmail mengganti alamat email mereka mulai tahun 2025 ini.

Pasalnya, platform email gratis dengan 2,5 miliar pengguna ini diduga menjadi salah satu target utama serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI) tahun depan.

Baru-baru ini, FBI mendeteksi adanya serangan yang memanfaatkan notifikasi Google Calendar untuk menargetkan Gmail.

FBI telah mengeluarkan peringatan lagi menjelang liburan akhir tahun, menyoroti lonjakan ancaman melalui email dan situs web, tepat ketika beberapa laporan siber menyebutkan bahwa musim liburan ini adalah yang paling berbahaya. Meskipun Google memblokir lebih dari 99,9% spam, phishing, dan malware di Gmail, itu masih belum cukup.

McAfee perusahaan keamanan siber terkemuka, juga mengeluarkan peringatan mengenai serangan phishing yang cukup berbahaya dengan memanfaatkan teknologi AI.

"Penipu menggunakan kecerdasan buatan untuk membuat video atau rekaman audio palsu yang sangat realistis yang berpura-pura menjadi konten asli dari orang sungguhan," tulis McAfee, dikutip dari Forbes, Rabu, 1 Januari 2025.

Serangan yang menggunakan AI memungkinkan para pelaku kejahatan siber untuk membuat konten palsu, seperti video atau rekaman audio yang tampak otentik. Teknologi deepfake, yang kini semakin mudah diakses, telah dimanfaatkan untuk menipu pengguna agar memberikan informasi pribadi.

"Seiring dengan kemajuan dan semakin mudah diaksesnya AI, para pelaku kejahatan siber menggunakannya untuk membuat penipuan yang lebih meyakinkan, dipersonalisasi, dan lebih sulit dideteksi."

Bulan ini, Mailmodo mengatakan, spam menyumbang lebih dari 46,8% dari total trafik email global. Angka ini menunjukkan banyak perusahaan mulai mencari cara alternatif untuk berkomunikasi di dunia kerja, seperti melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp, Telegram, atau platform kolaborasi seperti Teams dan Slack.

Meski demikian, email tetap menjadi alat utama untuk verifikasi dan pendaftaran di berbagai layanan online.

Salah satu cara terbaik untuk menghindari penipuan adalah dengan menyembunyikan alamat email pribadi dari orang yang tidak dikenal. Namun, hal ini memiliki tantangan besar karena nyaris seluruh layanan online memerlukan alamat email untuk proses verifikasi.

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.