REQNews.com

Rekam Jejak Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat Dikuliti! Keuntungannya Disetor untuk Danantara?

The Other Side

Sabtu, 07 Juni 2025 - 19:46

Kasus tambang nikel di Kepulauan Raja Ampat, Papua semakin ramai diperbincangkan publik.Kasus tambang nikel di Kepulauan Raja Ampat, Papua semakin ramai diperbincangkan publik.

JAKARTA, REQnews - Kasus tambang nikel di Kepulauan Raja Ampat, Papua semakin ramai diperbincangkan publik. Publik geram usai melihat kondisi terkini Pulau Gag, salah satu pulau di Raja Ampat yang rusak akibat menjadi korban tambang nikel tersebut.

Jurnalis sekaligus penggiat media sosial, Dandhy Laksono pun ikut menyoroti persoalan ini. Dandhy ikut geram mengetahui adanya praktik tambang nikel di Raja Ampat.

Ia pun menguliti perusahaan yang bertanggung jawab atas hal ini. Melansir dari cuitan akun Twitter @dandhy_laksono pada Sabtu, 7 Juni 2025, Dandhy membagikan tangkapan layar dari akun Instagram @official.gagnikel yang diduga menjadi salah satu perusahaan tambang nikel di Raja Ampat.

Dari cuitan itu diketahui jika perusahaan Gag Nikel dikuasai penuh oleh Antam saat ini setelah sebelumnya sempat berbagi dengan Asia Pacific Nickel milik Australia.

"Ini salah satu perusahaan yang menambang di Raja Ampat, Papua: PT Gag Nikel. Tadinya 75 persen sahamnya dimiliki Asia Pacific Nickel (Australia) dan Antam 25 persen. Tapi sejak 2008, Antam menguasai 100 persen," ungkapnya.

Dandhy Laksono lantas menegaskan bahwa keuntungan dari tambang nikel di Raja Ampat tersebut sepenuhnya akan masuk ke Danantara. Pasalnya, perusahaan tersebut saat ini sudah sepenuhnya dimiliki Antam.

"Artinya keuntungan dari kolonialisme di Papua akan disetor ke NKRI Danantara," tandasnya.

Hal ini pun ramai ditanggapi oleh warganet.

"Ternyata lebih parah ketika dipegang bangsa sendiri," sindir akun @bangghulam.

"Ganti bendera doang. Dulu dijarah asing, sekarang dijarah negeri sendiri," kritik akun @snezlls.

 

Redaktur : Puri

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.