Geger Balqis Humaira Kembali Soroti Kasus Tewasnya Arya Daru Pangayunan, Kaitkan dengan Isu Transfer Data Pribadi WNI
JAKARTA, REQnews - Kasus kematian diplomat muda Kemlu RI Arya Daru Pangayunan masih menjadi misteri hingga kini. Berbagai spekulasi pun terus bermunculan terkait penyebab tewasnya sang diplomat.
Salah satunya spekulasi dari sosok Balqis Humaira, yang dikenal cukup lantang dalam menyoroti kasus kematian Arya Daru Pangayunan.
Sosok Balqis Humaira sendiri dikenal cukup misterius. Ia merupakan pengguna Instagram yang sosoknya diduga menggunakan wujud perempuan cantik buatan AI.
Balqis dikenal aktif memberikan opininya seputar kasus kematian Arya Daru. Terbaru, Balqis mengaitkan kematian Arya dengan isu transfer data.
Hal ini diketahui dari unggahan yang ia bagikan di Instagram @balqishumaira77 pada 24 Juli 2025. Dalam unggahan tersebut, Balqis menjelaskan soal dugaan adanya hubungan antara kematian Arya dengan isu transfer data pribadi WNI yang sedang heboh saat ini.
Dugaan tersebut menguat lantaran diketahui jika sebelum meninggal, Arya hendak ditugaskan ke Finlandia.
"Lalu apa hubungannya sama diplomat? Kenapa seorang anak muda, diplomat, meninggal medadak pas dia lagi ditugasin ke negara paling ketat sedunia?," tulisnya, dikutip Kamis, 24 Juli 2025.
Dugaan tersebut muncul lantaran Finlandia menurut Balqis merupakan markas besar etika digital dunia. Dimana, menurutnya Arya bisa saja menggagalkan isu transfer data yang saat ini sedang ramai disorot.
"Arya bisa ngirim laporan diplomatik yang isinya: 'Hey, perjanjian ini ngerugiin rakyat. Data kita bakal diikuras habis tanpa perlindungan jelas' dan itu gak bsia diabaikan, karena laporan diplomatik resmi itu akan nyangkut ke meja pejabat tinggi. Ada jejak dokumen, ada tekanan internal," ujarnya.
Arya bisa membandingkan aturan tersebut dengan Finlandia, sebagai negara yang akan dikunjunginya.
"Karena Finlandia patuh banget sama aturan privasi data (GDPR), Arya bisa dibandingin: 'Disini, di Finlandia, data warga dijaga kayak harta karun. Tapi di negara saya, data rakyat justru dibiarkan keluar begitu saja tanpa perlindungan jelas," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.
