Lagi Viral Penipuan Money Changer-Agen Rumah, Waspada Terjebak! Begini Modusnya
JAKARTA, REQnews - Aksi penipuan kian marak dan modusnya pun semakin beragam. Salah satu yang sedang viral adalah modus penipuan money changer.
Seperti yang diungkap oleh TikToker @ronaldkwan dalam unggahan videonya baru-baru ini. Dalam postingannya, Ronald Kwan mengingatkan para netizen untuk berhati-hati terhadap penipuan modus baru ini, terutama bagi para agent real estate atau money changer.
"Jadi ini baru aja kejadian di kantor gua. Tiga kali ada modus transaksi yang sama. Jadi kayaknya lagi marak," ungkap Ronald, dikutip Kamis, 5 Oktober 2023.
Ronald pun menjabarkan tentang bagaimana cara para pelaku melakukan penipuan tersebut.
"Pertama, penipunya ini orangnya biasanya dari China, asli orang Tiongkok gitu ya. Jadi mereka berpura-pura menjadi orang yang mau membeli atau mau sewa rumah. Nah kejadiannya di kantor gua itu adalah ada satu orang China, dia pengen beli rumah, budgetnya kita pakai kisaran aja ya supaya gak terlalu kentara gitu, kemarin dia budget 15 miliar gitu mau beli rumah," kata Ronald.
"Tapi anehnya dia (pelaku) bilang dia lagi di Hongkong. Katanya dia lagi di Hongkong. Dia gak bisa datang, gak bisa survei. Tapi dia nanti akan ada orang Indonesia temannya yang akan membantu untuk transaksi ini," lanjutnya.
Ronald pun menceritakan secara detail tahap demi tahap modus yang dilancarkan si pelaku.
"Lalu dia mau lihat rumahnya dengan video call aja. Ya akhirnya dibawalah lihat video call oleh tim gua. Setelah dia lihat video call dia langsung oke, rumahnya cocok. Gak pakai nego langsung deal, dan saat itu juga mau DP tanda jadi satu miliar," jelas Ronald.
"Tapi setelah ngomong-ngomong, akhirnya turun DP-nya jadi 100 juta. Oke buat kita gak masalah, oke oke aja gitu kan. Tapi di sini udah mulai nih anehnya. Si orang China ini bilang, kamu nanti berhubungan dengan teman saya yang orang Indonesia. Dia yang akan kontak kamu segala macam. Oke setelah berhubungan, orang Indonesianya ini bilang, dia akan transfer DP-nya menukar RMB menjadi rupiah ke money changer dulu gitu," sambungnya.
Kejanggalan demi kejanggalan pun semakin terlihat saat ia membicarakan soal transaksi dengan pelaku.
"Nah terus dia minta kita rekomendasi money changer yang kita kenal. Nah di sinilah mulai. Jadi dia akan minta rekomendasi kita, terus dia minta dibikinin grup WhatsApp yang isinya agent, temannya yang orang Indonesia, orang China itu, sama money changer," terang Ronald.
"Nah di sini modusnya. Jadi dia berharap, oh lu kan agent, lo punya teman money changer, biasanya money changer pasti percaya sama lu kan. Nah lu akan mudah ketipu. Karena money changer kalau udah percaya sama agent kemungkinan gak ngecek lagi," tambahnya.
"Lalu kemudian dia bilang dia sudah transfer, eh kita sudah transfer ya dananya ke money changer rekanan kamu. Tolong segera transfer rupiahnya ke teman saya ini, orang Indonesia. Nah dia akan pilih nominal-nominalnya yang memang sering ditransfer. Misalnya harganya RMB itu 2150 gitu, nah dia akan bilang, saya udah transfer ya sebesar 21.000.500, supaya pas gitu kan," jelas Ronald melanjutkan.
"Jadi supaya angkanya bulat bulat dan kemungkinan besar akan banyak transaksi yang masuk sejumlah itu juga. Nah di situlah kalau misalnya money changernya lalai dia akan langsung transfer keluar tanpa ngecek teliti terlebih dahulu," sambungnya.
Akibat modus penipuan ini, kata Ronald, money changer rekanannya pun akhirnya kehilangan uang sampai Rp 59 juta.
"Jadi dia bisa salah tangkep, oh ternyata transferan orang lain tapi ternyata dia transfer ke si orang China ini. Nah kemarin kejadian money changernya ketipu 59 juta. Jadi hati-hati teman-teman, kalau ada yang modusnya minta dibikinin grup dan minta rekanan money changer kita, hati-hati. Cek lagi bener-bener apakah uang dari dia itu masuk," tandasnya.
Redaktur : Puri
Berita Terkait
Tidak ada berita terkait.
Berita Rekomendasi
Tidak ada berita rekomendasi.