REQNews.com

Eks Wakil Ketua DPR Azis Syamsudin Diperiksa Soal Pungli Rutan KPK

News

Wednesday, 22 May 2024 - 14:31

Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin (Foto: Istimewa)Wakil Ketua DPR RI, Azis Syamsuddin (Foto: Istimewa)

JAKARTA, REQNews - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Muhammad Azis Syamsudin soal pungli rutan KPK.

Ada pun pemeriksaan tersebut terkait fasilitas yang diterimanya selama menjalani penahanan di Rutan Cabang KPK, setelah memberikan sejumlah uang kepada salah satu tersangka kasus pemerasan dan pungutan liar di Rutan Cabang KPK.

"Didalami juga kaitan dugaan penerimaan fasilitas selama ditahan di Rutan Cabang KPK karena telah memberikan sejumlah uang untuk tersangka AF (Ahmad Fauzi) dan kawan-kawan," kata Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri  di  Jakarta, Rabu 23 Mei 2024.

Selain itu, tim penyidik KPK juga memeriksa Azis soal informasi adanya tahanan di Rutan Cabang KPK yang menjadi koordinator pengumpulan uang dari para tahanan.

"Saksi hadir dan dikonfirmasi antara kaitan dugaan adanya salah satu tahanan yang ditunjuk sebagai koordinator pengumpulan sejumlah uang dari para tahanan yang ada di lingkungan Rutan Cabang KPK," ujar Ali.

Azis Syamsudin awalnya dijadwalkan menjalani pemeriksaan sebagai saksi dalam kasus pungli di Rutan Cabang KPK pada 8 Mei 2024.

Meski demikian yang bersangkutan tidak hadir tanpa memberikan alasan kepada penyidik, hingga akhirnya dijadwalkan pemeriksaan ulang.

Dalam kasus ini KPK telah menjatuhkan hukuman etik berdasarkan putusan Dewan Pengawas serta penyidikan dugaan tindak pidana korupsinya.

Ada 93 orang pegawai yang terlibat dalam rangkaian kasus pungutan liar di Rutan Cabang KPK.

Sebanyak 66 orang pegawai akhirnya diberhentikan, 15 orang pegawai ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan untuk menjalani proses hukum dan 12 orang pegawai lainnya masih menunggu hasil koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Redaktur : Desi

REQ Home
IFBC Expo Oktober 2025
REQcomm Strategic Consultant

Berita Terkait

Tidak ada berita terkait.

Berita Rekomendasi

Tidak ada berita rekomendasi.